Pasangan Pengantin di Filipina Nekat Menikah di Tengah Banjir

Smallest Font
Largest Font

Pasangan pengantin Leian Lieza Galang dan Gilbert Chico tetap melangsungkan pernikahan di Gereja Santo Yohanes Pembaptis, Hagonoy, Filipina, meski gereja tersebut terendam banjir setinggi pinggang pada Selasa (1/9/2026).

Banjir sudah merendam gereja itu selama hampir sebulan akibat hujan monsun yang deras di wilayah utara Filipina, yang juga menyebabkan tanah longsor dan banjir bandang menewaskan 34 orang.

Fotografer pernikahan Mikko Rey Alfonso mengatakan bahwa pastor awalnya menyarankan penundaan pernikahan karena air yang terus naik, namun pasangan tersebut bersikeras melanjutkan acara meskipun hanya dihadiri 15 orang.

"Pihak paroki telah menyarankan mereka untuk menunda pernikahan karena naiknya air banjir dari hulu. Namun, mereka memutuskan untuk tetap melaksanakannya," ujar Alfonso.

Para pelayan paroki berusaha keras menjadikan hari itu spesial bagi pasangan meski kondisi gereja tidak ideal akibat banjir yang sudah berlangsung berminggu-minggu.

"Mereka saling mencintai. Tidak ada yang bisa menghentikan persatuan mereka," tambah Alfonso.

Pengantin wanita tiba di gereja dengan menggunakan becak beroda tinggi agar gaunnya tetap bersih sebelum menembus air banjir. Ia bahkan memendekkan ekor gaunnya untuk memudahkan berjalan di genangan air.

Upacara pernikahan tetap dijalankan secara singkat, dengan seorang anak laki-laki membawa cincin pernikahan meski harus menerobos air di lorong gereja. Orang tua pengantin wanita juga ikut menerobos banjir untuk mendampingi putrinya di hari istimewa.

Pasangan ini menunjukkan tekad kuat untuk tidak membiarkan banjir menghalangi hari bahagia mereka, membuktikan cinta tetap kuat di tengah kondisi sulit.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed