Daisy Bucad-Eng Terima Warisan Rp14 Miliar dari Mantan Majikan di Hong Kong

Smallest Font
Largest Font

Daisy Bucad-Eng, seorang mantan pekerja rumah tangga asal Filipina, menerima warisan bernilai sekitar Rp14 miliar dari mantan majikannya Marie, perempuan asal Portugal yang meninggal dunia pada 2002 di Filipina, menurut laporan iTacloban pada 26 Januari 2023.

Warisan tersebut terdiri dari apartemen senilai 26 juta peso Filipina, saham di berbagai perusahaan, serta uang tunai sekitar 25 juta peso. Total nominal warisan mencapai 51 juta peso atau sekitar Rp14 miliar jika dikonversi berdasarkan kurs Januari 2023.

Daisy berasal dari Mountain Province, Filipina. Sebelum berangkat ke Hong Kong sebagai pekerja rumah tangga, ia menikah pada usia 16 tahun dan sempat berjualan garam untuk membantu keluarganya. Pendapatannya dari berjualan tidak mencukupi sehingga ia memutuskan bekerja di luar negeri.

Pengalaman awal Daisy bekerja di Hong Kong penuh kesulitan. Ia sempat menerima perlakuan buruk dari majikan sebelumnya dengan waktu istirahat hanya dua hingga tiga jam sehari.

Hidupnya berubah saat bekerja untuk Marie, yang memperlakukannya seperti anggota keluarga meski gaji yang diterima hanya sekitar 900 dollar Hong Kong per bulan.

Hubungan mereka semakin erat hingga Marie memilih ikut pindah ke Filipina bersama Daisy agar tidak tinggal di panti jompo. Selama tinggal bersama, Daisy merawat Marie dan mereka mengunjungi beberapa tempat keagamaan.

Pada 2002, Marie meninggal dunia akibat penyakit serius di Filipina. Daisy sangat terpukul karena menganggap Marie sebagai teman dan bagian dari keluarganya.

Beberapa waktu setelah kematian Marie, Daisy menerima surat wasiat yang menyatakan bahwa ia adalah penerima sejumlah aset, termasuk apartemen dan saham serta uang tunai.

Daisy kemudian menggunakan warisan tersebut untuk membangun gedung lima lantai di Mountain Province yang berfungsi sebagai ruang usaha, penginapan sementara, pusat kebugaran, dan ruang kegiatan masyarakat.

Ia juga mendirikan tempat khusus untuk mengenang Marie sebagai ungkapan terima kasih atas kebaikan yang telah mengubah hidupnya.

"Saya sangat berterima kasih atas kebaikan Marie. Warisan ini tidak hanya mengubah hidup saya, tetapi juga membantu keluarga saya," ujar Daisy.

Kepada pekerja migran Filipina lainnya, Daisy berpesan agar mereka tetap bekerja dengan baik, menghormati majikan, serta menekankan pentingnya kesabaran, kerja keras, dan kejujuran.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed