Kapal Induk USS Abraham Lincoln Bersandar di Thailand Usai Berlayar 286 Hari

Smallest Font
Largest Font

Kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln bersandar di Pelabuhan Laem Chabang dekat Pattaya, Thailand, pada Rabu (2/9/2026) untuk menjalani masa istirahat selama lima hari usai menyelesaikan rekor pelayaran nonstop selama 286 hari di laut.

Kedatangan grup kapal induk ini membawa sekitar 5.000 personel militer Amerika Serikat yang telah bertugas tanpa henti sejak berlayar dari San Diego pada 21 November 2025. Selama enam bulan terakhir, armada ini dikerahkan dalam operasi tempur aktif di Timur Tengah untuk menghadapi konflik dengan Iran.

Kondisi fisik kapal yang mengalami korosi serta kelelahan mental para awak menjadi sorotan utama saat tiba di Thailand. Bagian lambung dan tepi geladak penerbangan tampak berkarat parah akibat absennya perawatan rutin di dermaga selama hampir sepuluh bulan penugasan.

Para pejabat daerah setempat dan jajaran kepolisian menyambut kedatangan para prajurit yang mulai turun dari bus secara bertahap di Pattaya. Pemerintah kota memproyeksikan kehadiran ribuan tentara ini mampu memberikan dorongan ekonomi hingga 100 juta baht atau sekitar 3 juta dolar AS bagi sektor pariwisata lokal yang sedang memasuki musim sepi pengunjung.

Wali Kota Pattaya Poramet Ngampichet menegaskan bahwa area tertentu seperti kawasan hiburan malam Soi 6 diberlakukan pembatasan akses setelah matahari terbenam. Personel militer juga dilarang melakukan olahraga air, mendatangi apotek untuk membeli obat tanpa resep, serta mengonsumsi ganja atau terlibat dalam prostitusi.

Atase Angkatan Laut Kedutaan Besar AS Kristopher Robinson menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat setempat.

"Masyarakat Thailand memiliki sejarah menjadi tuan rumah yang luar biasa, tidak hanya bagi pelaut AS tetapi juga bagi orang-orang dari seluruh dunia," kata Kristopher Robinson, Atase Angkatan Laut Kedutaan Besar AS.

Ia menambahkan bahwa para pelaut akan memanfaatkan waktu istirahat secara maksimal sambil mematuhi hukum yang berlaku.

" para pelaut di sini, seperti semua turis, mereka akan menikmati makanan enak dan kebudayaan Thailand yang luar biasa," ujar Kristopher Robinson, Atase Angkatan Laut Kedutaan Besar AS.

Pengalaman berlayar hampir sembilan bulan ini menjadi dinamika tersendiri bagi para prajurit di atas kapal. Salah satu pelaut mengekspresikan perasaannya saat pertama kali tiba di daratan.

"Ini seperti mimpi di siang bolong saat ini," kata Breese, Pelaut USS Abraham Lincoln.

Di sisi lain, anggota awak kapal pengawal USS Higgins juga memberikan pandangan mengenai kondisi penugasan yang mereka jalani.

"Kami bergabung dengan militer, ini bukan kapal pesiar," ujar Ethan Johnson, Koki USS Higgins.

Ethan Johnson juga mengonfirmasi bahwa pasokan bahan makanan berupa daging dan sayuran di kapal pengawal tersebut tetap mencukupi selama pelayaran.

Di tengah kegembiraan tiba di darat, Komandan USS Abraham Lincoln menanggapi kritik mengenai kondisi fisik kapal yang tampak kusam dan berkarat.

"Saya tidak tahu bagaimana menyatakannya selain ada ketidaksesuaian antara pelaporan di rumah dan apa yang terjadi di atas kapal," kata Dan Keeler, Kapten USS Abraham Lincoln.

Dan Keeler membandingkan keluhan prajurit muda dengan situasi anak-anak yang baru pertama kali meninggalkan rumah.

"Pelaut yang baru pertama kali bertugas akan mengeluhkan makanan, kondisi kehidupan, mirip dengan mengirim anak-anak ke perguruan tinggi untuk pertama kalinya. Kami terjebak dalam siklus pemilu dan dilempar ke sana kemari seperti bola," ujar Dan Keeler, Kapten USS Abraham Lincoln.

Mengenai ketersediaan logistik di atas kapal, kapten kapal mengakui adanya keterbatasan bahan makanan segar selama berada di lautan luas.

"Saya menantikan salad segar," kata Dan Keeler, Kapten USS Abraham Lincoln.

Ia juga menambahkan bahwa pihak pengelola kapal harus mengatur penggunaan pasokan sabun dan pasta gigi agar seluruh personel tetap mendapat bagian secara merata. Saat dimintai tanggapan terkait pernyataan mantan Presiden Donald Trump yang menyebut masa tugas 270 hari masih kurang panjang, pimpinan kapal tersebut memberikan jawaban singkat.

"Presiden berbicara untuk dirinya sendiri," ujar Dan Keeler, Kapten USS Abraham Lincoln.

Kunjungan di Thailand ini menjadi satu-satunya masa izin darat secara meluas bagi prajurit sebelum kapal berlayar kembali menuju pelabuhan pangkalan di San Diego pada Minggu mendatang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed