Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa 6 Orang Tewas

Smallest Font
Largest Font

Insiden pelayaran melanda Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang membawa 243 orang setelah terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa akibat cuaca buruk pada Minggu, 13 September 2026. Peristiwa yang terjadi di sekitar Pulau Masalembu tersebut mengakibatkan enam penumpang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, serta 140 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Kapal rute Surabaya menuju Banjarmasin itu dilaporkan mengalami hilang kontak sekitar pukul 02.05 WITA di lokasi yang berjarak sekitar 86 mil laut dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Dalam rekaman video patroli udara, posisi kapal terlihat sudah dalam kondisi terbalik dan nyaris tenggelam sepenuhnya di tengah lautan.

Operasi penyelamatan dan evakuasi langsung digelar oleh tim gabungan Basarnas dengan melibatkan sejumlah kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian, seperti MV Haida, MT Mauhan, TB Mauhau 9, TB TCP, dan KM Cahaya Bahari. Petugas berhasil mengevakuasi sebanyak 107 penumpang selamat ke darat. Untuk menunjang penanganan medis, petugas menerapkan sistem gelang identifikasi berwarna hijau untuk luka ringan, kuning untuk kondisi gawat tidak darurat, serta merah untuk kategori gawat darurat.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banjarmasin Singgih Pratondo menyampaikan penjelasan mengenai skema klasifikasi medis korban selamat tersebut.

"Merah kondisi gawat darurat, kuning gawat tidak darurat atau mendesak, hijau tidak gawat tidak darurat / luka ringan," kata Singgih saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026).

Penandaan pita gelang tersebut bertujuan mempermudah tim medis dalam membedakan tingkat kegawatan korban serta menentukan prioritas penanganan di lapangan. Selain itu, Kepolisian Republik Indonesia juga telah mendirikan enam Posko Disaster Victim Identification (DVI) yang tersebar di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, disertai pengerahan tiga Kapal Polisi guna mendukung proses identifikasi jenazah dan pencarian korban hilang.

Salah satu korban selamat yang berhasil dievakuasi menggunakan kapal MV Haida menuju Banjarmasin, Ahmad Saudi, memberikan kesaksian mengenai detik-detik mencekam saat kapal mulai miring.

"Kalau kejadiannya ya singkat aja. Waktu saya tidur kan, saya kan tidur di kursi, di sofa. Jadi saya tidur itu ada orang lari.

Saya tanya kenapa? Kapal miring. Terus saya berdiri, ternyata miring sungguhan," kata Ahmad dilansir detikKalimantan, Minggu (13/9/2026).

Ahmad menceritakan bahwa dirinya berupaya keras bertahan di bagian tertinggi kapal saat posisi lambung semakin miring.

"Langsung saya lari ke bawah, terus saya ke jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring. Abis miring, saya naik ke atas, nunggu sampai kapal tenggelam. Baru ada kapal karet itu keluar, baru saya loncat," jelasnya.

Ia menambahkan, mayoritas penumpang laki-laki yang berada di area luar ruangan berhasil menyelamatkan diri. Sebaliknya, banyak penumpang perempuan dan anak-anak diduga terjebak di dalam kabin penumpang lantaran kemiringan kapal terjadi sangat cepat tanpa adanya sirine peringatan.

"Tapi yang lain, ibu-ibu yang tinggal di kamar ekonomi ya, itu mungkin nggak selamat karena terlalu cepat kapal ini kemiringannya. Sedangkan alarm pemberitahuan aja nggak ada. Nggak ada tanda-tanda.

Yang keluar ini kan sopir-sopir aja, orang laki-laki. Yang di kamar-kamar belum bisa keluar," katanya.

Hingga saat ini, armada kapal SAR gabungan masih terus menyisir area perairan Laut Jawa guna mencari 140 penumpang yang belum ditemukan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed