Karhutla Kalimantan Ancam Satwa Liar dan Habitat Orangutan

Smallest Font
Largest Font

Kebakaran hutan dan lahan yang meluas di kawasan Kalimantan mengancam keberlangsungan satwa liar, merusak puluhan juta hektare habitat, serta merenggut nyawa seekor orangutan akibat paparan asap pekat.

Data pemantauan Geopix mencatat sebanyak 17.375 titik api berada di dalam kawasan habitat Orangutan Kalimantan pada Agustus 2026. Angka tersebut mencakup 78,5 persen dari total 22.744 titik panas yang teridentifikasi di seluruh wilayah pulau tersebut.

Dampak karhutla juga menghanguskan sekitar 25,8 juta hektare kawasan habitat orangutan, atau setara dengan 60,2 persen dari keseluruhan total habitat yang mencapai 42,8 juta hektare.

Ancaman kebakaran yang terus meluas memaksa petugas mengaktifkan status darurat di pusat-pusat rehabilitasi satwa demi menyelamatkan orangutan dari kepungan api.

Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, menyampaikan keprihatinannya atas dampak serius dari bencana kebakaran yang melanda ekosistem hutan tersebut.

"Doa, pikiran, dan solidaritas kami untuk seluruh masyarakat Indonesia yang menjadi korban akibat krisis kebakaran hutan dan lahan. Situasi ini menjadi pukulan berat, bukan hanya bagi manusia, tetapi juga bagi satwa liar yang kehilangan habitatnya," ujar Annisa Rahmawati, Senior Wildlife Campaigner Geopix.

Pihaknya mendorong pemerintah untuk segera melakukan survei menyeluruh serta penegakan hukum tegas guna menghentikan rantai krisis kebakaran lahan berulang.

"Penyelamatan habitat yang masih tersisa harus dilakukan segera. Setelah kondisi darurat berakhir, pekerjaan besar berikutnya adalah memutus rantai karhutla dengan penegakan hukum yang tegas terhadap pihak yang terlibat maupun yang lalai mencegah kebakaran," kata Annisa Rahmawati.

Eskalasi kebakaran juga melalap lebih dari 1.717 hektare lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat hingga 1 September 2026 dan menjebak satwa lindung di Kotawaringin Timur.

Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengonfirmasi pihaknya menerima laporan terkait kemunculan satwa lindung yang terdesak akibat karhutla di pemukiman dan perkebunan warga.

"Sekitar dua bulan ini kami mendapat lima laporan. Saat kami mendapat laporan dan ke lokasi, namun saat itu tidak ditemukan orang utan yang dimaksud," ujar Muriansyah, Komandan BKSDA Resort Sampit.

Meskipun demikian, petugas gabungan tetap berhasil mengevakuasi sejumlah satwa terisolasi, termasuk induk dan anak orangutan di Desa Bangkuang Makmur.

"Keduanya ditemukan berada di atas pohon setelah lahan gambut di sekitarnya terbakar. Kondisi tersebut membuat orang utan terjebak di tengah habitat yang telah mengalami gangguan akibat kobaran api," kata Muriansyah.

Selain orangutan, penanganan satwa terdampak kebakaran juga melingkupi spesies lindung lain seperti tenggiling.

"Seminggu kemarin kami mendapat penyerahan satu ekor tenggiling dari komunitas Reptil Sampit yang saat itu berhasil menyelamatkan satu ekor trenggiling di Bumi Raya 1," katanya.

Di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kobaran api yang mendekati Pusat Rehabilitasi Jejak Pulang di KHDTK Samboja memaksa evakuasi darurat terhadap 11 individu orangutan.

Head of Orangutan Care Jejak Pulang, Siti Nur Badriyah, menjelaskan pusat rehabilitasi seluas 130 hektare tersebut harus dikosongkan demi keselamatan satwa.

"Jejak Pulang fokus pada rehabilitasi orang utan yatim piatu. Pusat rehabilitasi kami berada di kawasan hutan KHDTK. Luas KHDTK sekitar 3.5 hektare, sedangkan area yang digunakan sebagai sekolah hutan sekitar 130 hektare," ujar Siti Nur Badriyah, Head of Orangutan Care Jejak Pulang.

Kepala BKSDA Kaltim, M Ari Wibawanto, mengonfirmasi keputusan penyelamatan tersebut diambil untuk menghindari risiko fatal akibat paparan api dan asap.

"(Betul) dievakuasi. Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, langkah itu merupakan pilihan yang menurut saya paling tepat, menyangkut kesejahteraan satwa, keselamatan satwa dan lain sebagainya. Terutama juga terkait dengan perkembangan rehabilitasi yang sudah berlangsung," jelas M Ari Wibawanto, Kepala BKSDA Kaltim.

Kondisi kritis akibat asap kebakaran terbukti mematikan setelah seekor orangutan jantan bernama Sempurna mati pada Minggu (30/8/2026) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, akibat gangguan pernapasan berat.

Kepala Balai KSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, menyampaikan penyesalannya atas kematian satwa yang ditemukan lemas di parit perkebunan sawit tersebut.

"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa," kata Murlan Dameria Pane, Kepala Balai KSDA Kalbar.

Kondisi fisik satwa langka tersebut terus memburuk saat dipindahkan ke pusat rehabilitasi YIARI meskipun telah menerima pertolongan medis.

"Sempurna juga mengalami kesulitan bernapas," ucap Murlan Dameria Pane.

Tim medis sempat memberikan tindakan resusitasi jantung paru (CPR), namun nyawa satwa tersebut tidak berhasil diselamatkan.

"Upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB," ujar Murlan Dameria Pane.

Murlan menekankan bahwa partisipasi aktif warga sangat menentukan kecepatan penanganan satwa di area bencana.

"Peran masyarakat sangat penting. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas," katanya.

Maraknya kasus satwa terdampak kebakaran mendapat perhatian serius dari kalangan parlemen yang mendesak perbaikan penanganan bencana.

Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani, meminta pemerintah memasukkan mitigasi penyelamatan satwa secara integratif dalam skema penanganan karhutla.

"Evakuasi tidak boleh menunggu hingga satwa ditemukan dalam kondisi kritis," kata Meitri Citra Wardani, Anggota Komisi XII DPR RI.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed