Karhutla Kalimantan Makin Parah BMKG Deteksi Ribuan Titik Panas

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Ungkapan keprihatinan lewat seruan "Pray for Kalimantan" mendadak viral di media sosial. Warganet meluapkan kekhawatiran usai melihat pantauan peta digital yang memerah di sekeliling wilayah Pulau Kalimantan, seperti dilansir dari Detik iNET.

Unggahan berupa tangkapan layar dari Google Maps serta sistem pemantauan satelit FIRMS milik NASA beredar luas di platform X. Banyak pengguna mengaku cemas menyaksikan sebaran indikasi kebakaran yang meluas dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah.

Kepanikan warganet kian memuncak seiring maraknya peredaran foto dan rekaman video yang menampilkan paparan asap pekat. Publik mengkhawatirkan ancaman gangguan pernapasan yang mengintai warga setempat.

"entah Kalimantan dibakar atau terbakar, yang pasti jutaan hewan jadi korban, jutaan pohon hangus terbakar, jutaan bayi dan manusia sesak nafas menghirup asap #prayforkalimantan," kata @rebukanrain.

"nggak sanggup bayangin jutaan bayi, anak" dan manusia di Kalimantan harus sesak napas, hari-hari hidup di tengah asap tebal. asap rokok aja bikin sesak kan, apalagi ini asap kebakaran hutan... astagfirullah🥺" ucap @assertndayy.

"Ya Allah udah parah banget ini, pray for Kalimantan. Semoga saudara² kita disana dilindungi," ujar @byunbaek0692.

"Pray for Kalimantan 😭 semoga kuasa Allah segera turunkan hujan untuk 🤲 memadamkan karhutla," doa @han_javanese.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi pemantauan ribuan titik panas di Indonesia, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan. Pada 20 Agustus 2026, BMKG mencatat sebanyak 1.106 titik panas di pulau tersebut.

Sebaran titik panas tersebut mencakup 521 titik di Kalimantan Barat dan 424 titik di Kalimantan Tengah. Sementara itu, Kalimantan Timur mencatat 103 titik, Kalimantan Selatan 40 titik, serta Kalimantan Utara 18 titik.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis angka yang berbeda lantaran perbedaan instrumen pemantauan. Berdasarkan pemantauan satelit NOAA-20 pada 20 Agustus, BNPB mendeteksi 1.487 hotspot di Kalimantan, dengan 767 titik di Kalimantan Tengah dan 560 titik di Kalimantan Barat.

Fenomena El Niño dengan intensitas kuat makin memperburuk keadaan karena mayoritas wilayah Indonesia telah memasuki kemarau. BMKG sebelumnya memperingatkan bahwa ancaman karhutla mencapai level puncak pada Agustus hingga September, terutama di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Ancaman Kabut Asap Pekat dan Kualitas Udara

Dampak kebakaran hutan dan lahan mulai mengancam aktivitas harian masyarakat. Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kepulan asap tebal membuat kualitas udara memburuk secara signifikan.

Tercatat pada 19 Agustus 2026, angka Air Quality Index (AQI) di Palangka Raya sempat melonjak hingga 487. Capaian angka tersebut menempatkan kualitas udara pada kategori sangat berbahaya bagi kesehatan.

Kondisi serupa melanda kawasan Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pantauan BMKG pada Rabu (19/8) pukul 07.00 WITA menunjukkan konsentrasi partikel PM2.5 menembus 389,4 mikrogram per meter kubik, yang juga tergolong berbahaya.

Partikel mikroskopis PM2.5 menjadi ancaman utama lantaran ukurannya yang sangat kecil dapat menembus sistem pernapasan terdalam. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan membutuhkan perlindungan ekstra di tengah memburuknya pencemaran udara.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed