Karnaval HUT RI ke-81 Lumajang di Sumbersuko dan Labruk Lor
Karnaval HUT RI ke-81 di Lumajang berlangsung meriah di Desa Sumbersuko dan Desa Labruk Lor, Jumat 28 Agustus 2026 serta Sabtu 29 Agustus 2026. Acara melibatkan warga dari berbagai dusun, mendapat pengamanan Polsek Lumajang Kota dan Satlantas, serta berdampak pada penjualan pelaku UMKM di lokasi kegiatan.
Di Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, karnaval di Lapangan Suka-Suka diikuti 23 peserta mewakili berbagai dusun, dari anak-anak hingga dewasa, dengan beragam pakaian warna-warni serta atraksi termasuk tari kreasi menggunakan kain merah putih.
Rangkaian acara dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Rute dimulai dari Lapangan Suka-Suka Desa Sumbersuko dan berakhir di depan rumah Kepala Desa, Ahmad Taufik.
Hadir pula jajaran Forkopimcam, camat, babinsa, bhabinkamtibmas, serta seluruh tim panitia. Kepala Desa Petahunan, Sumarli, bersama Kepala Desa Grati, Faisol, juga ikut memantau jalannya karnaval dari lapangan.
“Harapan saya, setiap peserta betul-betul bisa menampilkan kreativitas dan penampilan yang menarik, yang dapat memberikan nilai positif, serta berjalan lancar dan kondusif dalam memeriahkan HUT RI ke-81 ini, khususnya di Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang,” terangnya. Ahmad Taufik
Di Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, karnaval memperingati HUT ke-81 RI mengusung tema “Srawung Budoyo” dan melibatkan personel Polsek Lumajang Kota, Satlantas Polres Lumajang, serta Linmas Desa Labruk Lor.
Polisi melakukan pengamanan sejak rombongan peserta berkumpul hingga seluruh rangkaian selesai, termasuk pengaturan dan rekayasa lalu lintas di ruas jalan yang menjadi lintasan. Kapolsek Lumajang Kota Iptu Zainul Abidin menyebut pengamanan untuk menjaga keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas.
“Personel kami bersama Satlantas dan Linmas melakukan pengamanan serta pengawalan sepanjang rute karnaval. Kami juga melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik untuk mencegah terjadinya kepadatan,” kata Zainul. Iptu Zainul Abidin
Rute karnaval dimulai dari Dusun Jurang Mangu, melalui Jalan Labruk Lor, Jalan Pabrik Es Laban, Jalan Letkol Slamet Wardoyo, hingga Jalan Nasional RTE 3, dan berakhir di Perum Amanda Regency. Personel ditempatkan di titik rawan seperti persimpangan, lokasi berkumpul masyarakat, serta area parkir.
Kapolsek juga mengimbau peserta dan masyarakat untuk tertib, memperhatikan keselamatan, serta mengikuti arahan petugas. Ia menyatakan hasil pengamanan menunjukkan seluruh rangkaian karnaval berlangsung aman dan kondusif.
“Kami juga mengimbau peserta dan masyarakat yang menyaksikan karnaval agar tetap tertib, memperhatikan keselamatan dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya. Iptu Zainul Abidin
Selain pengamanan, kegiatan masyarakat turut menggerakkan ekonomi sekitar lokasi. Dalam Lumajang Carnival di Plaza Lumajang, Maria (43) yang berjualan aneka minuman dan Pop Mie mencatat omzet sekitar Rp2 juta pada Sabtu 29 Agustus 2026, naik dari kisaran Rp500 ribu hingga Rp1 juta pada hari biasa.
“Biasanya pendapatan sekitar Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Kalau ada acara seperti ini, alhamdulillah lebih ramai. Omzet hari ini sekitar Rp2 juta,” ujar Maria. Maria
Lumajang Carnival menghadirkan 32 peserta pertunjukan seni, budaya, dan kreativitas, dengan ribuan masyarakat memadati sejumlah titik sepanjang rute. Bupati Lumajang Indah Amperawati menyatakan tujuan penyelenggaraan event adalah memberi hiburan sekaligus membuka ruang ekonomi bagi UMKM.
“Kita ada event karnaval supaya masyarakat punya hiburan, supaya UMKM juga laris dagangannya,” ujar Bunda Indah. Indah Amperawati
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow