Karyawan Diduga Gelapkan Rp 1,28 Miliar dari Kreator Konten Vilmei di Bekasi
Kreator konten Meicy Villia atau Vilmei mengalami trauma berat setelah uang hasil jerih payahnya sebesar Rp 1,28 miliar diduga digelapkan oleh karyawan sendiri, di Bekasi.
Kejadian ini membuat Vilmei sempat drop dan mempertimbangkan berhenti dari dunia perkontenan karena luka kepercayaan terhadap orang terdekatnya.
Kuasa hukum Vilmei, Josep Irianto, menyampaikan tiga karyawan berinisial Z, A, dan L telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Bekasi Kota pada 27 Agustus 2026 atas dugaan penggelapan saldo TikTok milik Vilmei.
"Kasusnya Vilmei sekarang sudah menemukan titik terang, dan sudah menjawab pertanyaan netizen ya bahwa kita ini tidak settingan. Per tanggal 27 kemarin saja sudah ditetapkan tiga orang tersangka," ujar Joseph di Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).
Joseph menjelaskan modus dugaan penggelapan yaitu saldo TikTok dikonversi menjadi koin lalu gift, yang kemudian disalurkan ke akun-akun palsu, salah satunya milik pacar pelaku.
"Kronologinya, jadi diduga digelapkan uang milik Vilmei dalam bentuk saldo TikTok, lalu di-convert ke koin. Setelah di-convert ke koin, di-convert lagi ke gift, dan dikasih ke akun-akun fake dan salah satunya adalah akun dari pacarnya orang yang melakukan ini," jelas Joseph.
Kejadian ini terungkap saat Vilmei tiba-tiba mengecek saldo TikTok dan menemukan saldo besar hilang. Dia jarang memeriksa saldo secara rinci selama ini.
"Pertama kali tahunya itu waktu hari Minggu, tiba-tiba nggak ada angin nggak ada hujan, Vilmei tiba-tiba mau mengecek saldo. Biasanya dia jarang banget ngecek," ujar Joseph.
Riwayat transaksi menunjukkan penukaran saldo ke gift yang dikirim ke sekitar 14 akun palsu, dengan kerugian mencapai miliaran rupiah selama satu tahun terakhir, termasuk sekitar Rp 450 juta dalam satu bulan terakhir.
Joseph menambahkan dugaan penggelapan juga terjadi pada bisnis parfum Vilmei, di mana produk yang seharusnya dijual sekitar Rp 250 ribu dijual dengan harga Rp 6 ribu.
Saat ini manajemen Vilmei masih melakukan audit internal untuk mengetahui total kerugian akibat dugaan penggelapan tersebut.
Vilmei mengaku sangat trauma dan mengalami trust issue berat akibat pengkhianatan ini, namun berusaha tetap tegar dan tidak menyerah.
"Trauma banget, trust issue banget jadinya. Parah," kata Vilmei saat ditemui di Polres Metro Bekasi Kota.
"Gemas jujur. Aku tadi sudah mau pensiun (jadi content creator), tapi gak jadi," tambahnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow