Kebakaran Hutan Indonesia Picu Kabut Asap Hingga Malaysia dan Filipina

Smallest Font
Largest Font

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang makin parah pada Jumat (04/09/2026) menyebarkan kabut asap beracun hingga ratusan mil ke Malaysia, Singapura, Brunei, dan Filipina, serta memicu ancaman krisis kesehatan kawasan.

Pemerintah Indonesia memfokuskan pemadaman di enam provinsi di Sumatra dan Kalimantan. Wilayah terdampak paling parah mencakup Kalimantan Barat yang menjadi habitat orang utan di kawasan taman nasional dan wilayah konservasi.

Pusat Layanan Pemantauan Kebakaran Kementerian Kehutanan (SiPongi) mencatat kebakaran telah meranggas lebih dari 202.000 hektar lahan sejak awal tahun hingga Juni. Pada bulan Juli saja, sekitar 95.000 hektar lahan hangus terbakar, termasuk lebih dari 73.300 hektar di kawasan Sumatra dan Kalimantan.

Penyebab utama kekeringan ekstrem ini dipicu oleh fenomena El Niño yang kuat menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kementerian Kehutanan membeberkan indikasi pembakaran ilegal untuk perkebunan kelapa sawit serta pembersihan lahan proyek jalan.

Lembaga Pantau Gambut melaporkan bahwa pengrusakan dan pembakaran lahan gambut melepaskan emisi gas rumah kaca secara masif. Alih fungsi lahan gambut menjadi perkebunan sawit diperkirakan mampu melepas lebih dari 427 ton karbon per hektar.

Guna mengatasi krisis lingkungan tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan puluhan ribu personel gabungan untuk operasi pemadaman darat dan udara.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, terutama di daerah dengan status darurat kekeringan dan karhutla," kata BNPB dalam pernyataan resminya.

Operasi pemadaman dilakukan oleh tentara, polisi, petugas kementerian, hingga relawan dengan metode pemboman air dan modifikasi cuaca. Meski begitu, petugas menghadapi hambatan berat di lapangan.

"Hambatan utama di lapangan antara lain sulitnya akses ke lokasi, jauhnya sumber air, luasnya hamparan lahan, serta kondisi angin dan asap yang menyulitkan upaya pemadaman," kata Berton Panjaitan dari badan penanggulangan bencana.

Kepolisian Republik Indonesia telah menangkap 72 tersangka pembakaran hutan dan kini tengah menelusuri aliran transaksi keuangan guna menindak korporasi yang terlibat.

"Kami akan terus mengawal, dan setiap temuan akan ditindaklanjuti sesuai dengan bobot pelanggarannya," kata Dwi Januanto Nugroho, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan.

Dampak kabut asap lintas batas ini memaksa Pemerintah Malaysia menyatakan status darurat di salah satu kota di Sarawak. Lembaga pendidikan terpaksa meliburkan aktivitas belajar mengajar akibat penurunan kualitas udara.

"Kami benar-benar bisa mencium kualitas udara yang buruk," kata Geraldine Arulsamy, Kepala Sekolah Montessori setempat.

Warga di Kuala Lumpur juga melaporkan gangguan kesehatan fisik akibat tingginya konsentrasi polutan di udara.

"Penyakit hidung berdarah dan batuk-batuk baru-baru ini membuat saya harus berobat ke dokter, yang mengatakan gejala tersebut berasal dari kabut asap dan memberi saya obat," kata Irfan Zulkarnain, seorang pekerja kios buah di kota itu.

Laporan dari ASMPH Center for Research and Innovation (ACRI) bersama jaringan Breathe Metro Manila (BMM) menunjukkan kualitas udara Manila masuk kategori sangat tidak sehat. Tingkat polusi tercatat empat kali lipat melampaui ambang batas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pusat Meteorologi Khusus ASEAN telah mengaktifkan Peringatan Tingkat 3, yaitu status bahaya kabut asap lintas batas tertinggi untuk wilayah Asia Tenggara bagian selatan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed