Kebakaran Lahan Gambut Indonesia Memicu Kabut Asap Hingga Malaysia
Kebakaran hutan dan lahan gambut yang memburuk di Kalimantan serta Sumatra memicu krisis kabut asap lintas batas hingga ke wilayah Sarawak dan Sabah, Malaysia, pada awal September 2026. Fenomena El Niño yang menguat memperparah kekeringan dan mempercepat penyebaran titik api.
Kualitas udara di beberapa wilayah Sarawak mencatatkan tingkat membahayakan, dengan Indeks Pencemaran Udara (IPU) di Kuching melonjak melampaui angka 400 dan Serian menyentuh 475 pada 31 Agustus. Sementara itu, dampak kabut asap di dalam negeri memaksa penutupan sekolah dan pengalihan pembelajaran secara daring di Jambi, Pekanbaru, serta Dharmasraya.
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melaporkan bahwa instrumen satelit MODIS dan VIIRS mengalami kesulitan mendeteksi titik api yang terbakar di bawah permukaan tanah atau tertutup asap tebal. Kondisi ini membuat penurunan jumlah titik panas di satelit tidak serta-merta menandakan ancaman kebakaran telah berakhir.
Peneliti dari Columbia University sekaligus pengembang Global Fire Weather Database memberikan penjelasannya mengenai sifat kebakaran bawah tanah ini.
"Kebakaran di permukaan tidak begitu mengkhawatirkan, tetapi ketika api sudah masuk ke bawah tanah, api tersebut tidak akan berhenti," kata Robert Field, Peneliti Columbia University.
Ia menambahkan bahwa kebakaran di dalam lapisan gambut baru bisa benar-benar padam setelah curah hujan yang lebih tinggi turun di wilayah terdampak.
Menteri Kehutanan Republik Indonesia menegaskan pentingnya pembasahan berkala di area terdampak agar api tidak kembali menyala.
"Gambut dapat terus membara di bawah tanah dan menyala kembali jika area yang terdampak tidak didinginkan dan dibasahi secara berulang," kata Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan Indonesia.
Ia juga mengingatkan bahwa upaya pemadaman akan menghadapi tantangan yang lebih berat seiring mendekatinya puncak musim kemarau dan El Niño.
Sebagai langkah penanggulangan, pemerintah Indonesia telah menyegel 21 perusahaan di tujuh provinsi serta menyelidiki puluhan konsesi lahan yang terindikasi terlibat dalam aktivitas pembakaran liar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow