Keiko Fujimori Resmi Menjabat Presiden Peru Melalui Pemilu 2026

Smallest Font
Largest Font

Keiko Fujimori resmi mencatatkan sejarah baru dalam peta politik Amerika Selatan setelah diambil sumpahnya sebagai presiden terpilih Peru di Istana Parlemen, Lima, pada Selasa (28/7/2026). Politikus berumur 51 tahun tersebut memenangi putaran kedua pemilihan presiden pada Juni 2026 dengan keunggulan tipis 49.641 suara atas pesaingnya dari kubu sayap kiri, Roberto Sanchez, berdasarkan laporan Reuters.

Meski Dina Boluarte pernah memimpin Peru pada Desember 2022 melalui mekanisme suksesi konstitusional, Keiko menjadi perempuan pertama dalam sejarah negara tersebut yang berhasil meraih mandat kepresidenan secara langsung lewat pemilihan umum. Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri tiga kegagalannya secara berturut-turut pada pemilu 2011, 2016, dan 2021.

Perjalanan politik Keiko terbilang panjang dan penuh dengan dinamika. Keterlibatannya di ruang publik dimulai saat masih berstatus mahasiswi berusia 19 tahun pada 1994, ketika sang ayah, Alberto Fujimori, memintanya menjalankan peran de facto ibu negara pascaperceraian orang tuanya. Keiko tercatat sebagai satu-satunya mahasiswi aktif yang pernah memegang kendali keprotokolan Istana Presiden Peru sebelum akhirnya melangkah ke legislatif pada 2006 dan mendirikan partai Fuerza Popular.

Kini, Fuerza Popular bersama sekutu utamanya, Renovacion Popular, menguasai separuh dari 60 kursi Senat dalam struktur parlemen dua kamar yang baru dihidupkan kembali. Kendati demikian, bayang-bayang rekam jejak mendiang ayahnya yang pernah memimpin pada 1990 hingga 2000 masih memicu pro dan kontra. Pendukung mengagumi keberhasilan penanganan krisis ekonomi serta penumpasan kelompok pemberontak Maois, sementara kelompok kritis mengaitkannya dengan era pemerintahan otoriter dan pelanggaran hak asasi manusia.

Pensiunan bernama Cesar Fuentes menyampaikan kekhawatirannya terkait arah kepemimpinan baru tersebut kepada wartawan AFP.

"Dia akan menjadi replika ayahnya," kata Cesar Fuentes.

Menanggapi berbagai masalah nasional, Keiko berfokus pada pendekatan keamanan tegas guna memberantas maraknya kejahatan terorganisasi dan pemerasan. Rencana strategisnya mencakup adopsi sistem hakim tanpa identitas untuk melindungi aparat hukum dari ancaman kelompok kriminal, pembangunan lembaga pemasyarakatan berkapasitas besar berkeamanan tinggi meniru Pusat Penahanan Terorisme di El Salvador, serta penugasan sementara bagi angkatan bersenjata di wilayah rawan.

Di bidang ekonomi dan kesejahteraan, Bank Sentral Peru telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 3,4 persen. Pemerintah baru menargetkan kenaikan upah minimum nasional sebesar 15 persen dari 1.130 soles menjadi 1.300 soles per bulan, kemudahan kemitraan investasi swasta, serta penataan ulang layanan sosial untuk mengatasi masalah malnutrisi masyarakat perdesaan dan mengantisipasi dampak fenomena cuaca El Nino.

Ia menyampaikan komitmen utamanya dalam pidato pelantikan sebagai kepala negara.

"Tujuan saya bukan hanya menjalankan pemerintahan. Tujuan utama saya adalah memperkecil kesenjangan sosial yang sangat besar dan berdampak pada jutaan warga Peru," kata Keiko Fujimori.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed