Keluarga Indonesia Tanamkan Nasionalisme Lewat Kebiasaan Sederhana
Keluarga Indonesia dapat menanamkan nasionalisme kepada anak melalui kebiasaan sederhana yang konsisten dilakukan, terutama menjelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Hal ini didorong agar anak memahami nilai persatuan dan cinta tanah air sejak dini, menurut berbagai sumber pada Agustus 2026.
Beberapa kebiasaan tersebut meliputi mengenalkan sejarah perjuangan bangsa, membiasakan gotong royong, menghargai keberagaman budaya, menyanyikan lagu kebangsaan, dan menjaga lingkungan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menempatkan keluarga dan sekolah sebagai bagian penting dalam pendidikan karakter ini.
Anilfa Tanjung S.Pd, Ketua Himpunan PAUD Indonesia Kota Sibolga, menjelaskan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini agar anak memahami persatuan dan nilai sosial.
"Kemerdekaan tidak hanya diperingati melalui upacara tahunan, tetapi juga diwujudkan melalui kebiasaan positif sehari-hari," ujar Anilfa.
Menurutnya, nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial harus dibangun melalui pembiasaan sederhana di keluarga dan sekolah.
Dia menambahkan bahwa menjelang peringatan kemerdekaan, memperkenalkan simbol negara, lagu nasional, dan sejarah perjuangan dapat dilakukan melalui permainan edukatif dan aktivitas kreatif.
"Anak-anak harus dibimbing mengenal bangsanya melalui pengalaman nyata agar nilai kebangsaan tertanam kuat," kata Anilfa.
Selain itu, Kementerian Pertahanan juga menegaskan bahwa bela negara adalah tanggung jawab seluruh warga yang dapat diwujudkan lewat sikap sehari-hari seperti menjaga lingkungan dan menunjukkan kepedulian terhadap bangsa.
Dalam konteks digital, penggunaan media sosial yang bertanggung jawab menjadi bagian dari pendidikan nasionalisme. Orang tua didorong mengajarkan anak memeriksa informasi sebelum membagikan, menghormati orang lain, dan menghindari konten yang memecah belah.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menyarankan agar anak didorong untuk belajar dan berkarya sebagai bagian dari pembentukan karakter yang mandiri, kreatif, dan peduli.
Melalui pendekatan ini, nasionalisme tidak hanya terbatas pada upacara atau simbol, tapi juga diwujudkan dalam perilaku sehari-hari yang mencerminkan nilai luhur bangsa Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow