Kemenhub Siapkan Jalur Laut dan Udara untuk Bantuan Bencana di NTT
Kementerian Perhubungan menyiagakan armada laut dan udara guna menyalurkan bantuan logistik ke kawasan terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur yang sulit diakses melalui jalan darat, seperti dilansir dari Detik Finance pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa pihaknya memprioritaskan penyediaan sarana transportasi dan pembukaan aksesibilitas di area bencana, sementara koordinasi distribusi bantuan berada di bawah kewenangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Untuk moda udara, Kemenhub memfasilitasi operasional pesawat jenis baling-baling dan helikopter guna mempercepat proses evakuasi maupun pengiriman logistik ke lokasi bencana.
"Kami menyediakan seperti pesawat fixed-wing atau baling-baling di sana, kemudian juga helikopter untuk membantu BNPB dalam rangka penanganan bencana, baik itu transportasi distribusi bantuan," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.
Evaluasi infrastruktur penerbangan menunjukkan bandar udara di seluruh kawasan NTT tetap beroperasi aman, meski ditemukan kerusakan ringan pada fisik bangunan terminal di beberapa titik.
"Untuk bandara relatif juga untuk runway-nya, kemudian taxi, apron itu kondisinya masih baik. Hanya memang ada beberapa bandara yang terminalnya sedikit retak-retak, tapi itu tidak mengganggu operasional," terangnya.
Mengingat wilayah NTT berupa kepulauan dan akses darat sering terputus akibat guncangan susulan, penggunaan fasilitas pelabuhan direkomendasikan sebagai jalur alternatif utama.
"Kami juga menyarankan apabila memang jalur darat agak sulit, mereka bisa dilalui dengan jalur laut, maka bisa dilalui dengan jalur laut. Karena NTT kan kepulauan, jadi kita bisa mengelilingi pulau itu untuk menjangkau wilayah-wilayah yang tidak bisa ditembus jalan darat," jelasnya.
Kemenhub mendata seluruh dermaga dan dermaga laut secara umum berada dalam kondisi aman untuk lalu lintas kapal, di mana dari total tujuh pelabuhan, kerusakan minor hanya mencakup area terminal pada dua lokasi.
"Kondisi pelabuhan, khususnya kondisi sisi laut itu baik. Ada sekitar 7 pelabuhan tapi yang rusak untuk sisi terminalnya ada 2 saja," papar Dudy.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow