Kemenkes Akui Kelangkaan dan Kenaikan Harga Masker Imbas Abu Krakatau

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Kesehatan mengakui terjadi kelangkaan stok dan kenaikan harga masker di beberapa toko offline dan online akibat sebaran abu Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026), dilansir dari Detik Health.

Keluhan sulitnya membeli masker secara daring banyak muncul di tengah meluasnya abu vulkanik tersebut. Beberapa toko bahkan menaikkan harga masker hingga 10 kali lipat dan membatalkan pesanan tanpa alasan jelas.

Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, Aji Muhawarman, menyatakan kelangkaan masker hanya terjadi di tingkat penjual eceran, sedangkan stok produsen dan distributor masih mencukupi.

"Kelangkaan stok masker hanya terjadi di sejumlah tempat di tingkat penjual eceran, sementara stok di tingkat produsen dan distributor masih mencukupi," ujar Aji.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat menggunakan masker medis apabila masker jenis N95, KN95, KF94, atau setara belum tersedia dengan cara yang benar.

Masker medis memiliki kemampuan filtrasi sekitar 50-60 persen, berbeda dengan masker respirator yang mampu menyaring hingga 95 persen partikel.

Dokter paru dari RSUP Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), menegaskan penggunaan masker harus disertai penggantian berkala karena masker yang lama digunakan akan lembap akibat uap pernapasan.

"Harus secara berkala diganti. Termasuk N95, kalaupun Anda pakai pada pekerja di luar misalnya kerjanya sudah 6 jam, 8 jam harus diganti," kata dr Agus dalam tayangan detikPagi, Senin (7/9/2026).

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed