Kemenkes Tegaskan Pengawasan Distribusi Masker Saat Erupsi Anak Krakatau
Kementerian Kesehatan mengimbau produsen dan distributor menjaga kelancaran pasokan masker yang banyak diburu masyarakat akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Aji Muhawarman menyatakan para pelaku usaha dilarang menimbun atau membatasi pasokan masker yang dapat menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar.
"Pelaku usaha diimbau tidak melakukan penimbunan atau pembatasan pasokan, yang menyebabkan kelangkaan stok dan kenaikan harga secara tidak wajar yang dapat merugikan masyarakat," ujar Aji.
Kementerian Kesehatan mencatat kelangkaan masker masih terjadi di tingkat penjual eceran di beberapa wilayah. Kemenkes akan melakukan pembinaan dan pengawasan ketat kepada pelaku usaha yang melanggar aturan.
"Kemenkes akan melakukan pembinaan dan pengawasan. Apabila ditemukan pelanggaran, dapat dikenakan sanksi pidana atau administratif, berupa peringatan sampai dengan pencabutan perizinan berusaha, sesuai tingkat pelanggarannya," kata Aji.
Aji juga mengimbau masyarakat membeli masker sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan atau panic buying.
Untuk mendukung wilayah terdampak, Kemenkes telah mendistribusikan lebih dari 100.000 masker N95 dan masker medis, ribuan kacamata pelindung, obat-obatan, serta alat kesehatan secara gratis ke daerah terdampak di Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Jakarta.
"Kemenkes juga memperkuat dukungan logistik kesehatan sesuai kebutuhan wilayah terdampak. Kemenkes telah mendistribusikan lebih dari 100,000 masker N95 dan masker medis, ribuan kacamata goggle, obat-obatan dan alat kesehatan gratis ke daerah terdampak paling parah di Lampung, Banten, Jawa Barat dan Jakarta," ujar Aji.
Masyarakat yang menemukan dugaan penimbunan atau kenaikan harga tidak wajar dapat melapor melalui kanal pengaduan di nomor WhatsApp 0821-14870070/0838-30032003 atau aplikasi Mobile Alkes.
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau membuat masker menjadi barang yang sangat diburu, sehingga terjadi kelangkaan dan harga yang meningkat tajam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow