Kementan Siapkan Bantuan Perbaikan Sawah dan Alsintan Pasca Gempa Flores

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan perbaikan sawah dan penggantian alat mesin pertanian (alsintan) bagi petani terdampak gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026).

Bantuan ini diumumkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat kunjungan ke Posko Barangkolong, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Rabu (19/8/2026), sekaligus menyerahkan bantuan pangan bagi warga terdampak gempa.

Amran menjelaskan pemerintah pusat akan menanggung biaya perbaikan sawah dan jaringan irigasi tersier yang rusak akibat gempa. Selain itu, bibit tanaman kopi, kakao, dan kelapa juga akan disediakan untuk mengganti tanaman yang rusak.

"Saya lihat ada banyak laporan sawah yang rusak. Seluruh sawah yang rusak, irigasi tersier dan sawah akan diperbaiki dan ditanggung oleh pemerintah pusat. Kami yang jamin," ujar Amran.

Amran menambahkan, pemerintah juga akan mengganti alsintan yang rusak dan petani dapat melaporkan kerusakan melalui pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti.

"Iya. Itu nanti paket. Jadi diperbaiki sawahnya dikirim alsintan. Bisa mengajukan lewat PPL," kata Amran.

Kementan telah mengirim 5.386 ton beras sebagai bantuan untuk masyarakat di empat kabupaten terdampak gempa, dengan nilai sekitar 75,4 miliar rupiah. Kabupaten Manggarai menerima 1.830,63 ton, Manggarai Timur 1.814 ton, Ngada 452,27 ton, dan Sikka 1.288,24 ton.

Menurut Amran, bantuan pangan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang langsung terdampak gempa dan memastikan pasokan pangan tetap tersedia setelah masa tanggap darurat.

"Kami pastikan bantuan beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur," ujar Amran.

Gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,6 kembali mengguncang Kabupaten Manggarai pada Kamis (20/8/2026) pukul 00.17 WITA, membuat pengungsi di Posko Barangkolong panik dan berlari keluar dari tenda pengungsian.

Salah satu pengungsi, Ayu Febrianti (24), mengatakan, "Kaget! Kami sontak keluar," saat gempa susulan terjadi saat ia tidur bersama keluarga di tenda darurat.

BMKG menyebut episenter gempa susulan berada di laut 43 km utara Ruteng, Manggarai, dengan kedalaman 10 km dan merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault). Gempa ini tidak berpotensi tsunami dan merupakan rangkaian susulan dari gempa utama magnitudo 7,7.

Pemerintah Provinsi NTT menetapkan status tanggap darurat bencana gempa selama 14 hari, sejak 15 hingga 28 Agustus 2026, berdasarkan keputusan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed