Kementerian Dalam Negeri Malaysia Garap Pendataan Warga Myanmar Kuartal IV
Kementerian Dalam Negeri Malaysia menargetkan penerbitan himpunan data perdana mengenai warga negara Myanmar di negaranya pada kuartal keempat tahun 2026. Langkah ini diambil guna memverifikasi status keimigrasian serta mempersiapkan proses pemulangan ke negara asal.
Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Saifuddin Nasution menginstruksikan Departemen Imigrasi dan Kepolisian Diraja Malaysia untuk memulai pengumpulan data lapangan. Proses identifikasi mencakup warga Myanmar yang berada di dalam depot tahanan imigrasi maupun yang tinggal di luar fasilitas tersebut.
Pendataan secara menyeluruh ini direalisasikan setelah pemerintah Myanmar menyetujui kesepakatan prinsip untuk menerima kembali 5.000 warganya yang saat ini bermukim di Malaysia. Penampungan imigrasi tercatat menampung sekitar 4.000 warga Myanmar yang status pengungsiannya masih dalam tahap pemeriksaan.
"Ekspektasi saya himpunan data pertama akan tersedia pada kuartal keempat tahun ini. Ini sudah bulan Agustus. Berapa pun jumlahnya, nanti akan saya bagikan," kata Saifuddin Nasution, Menteri Dalam Negeri Malaysia.
Pemerintah Malaysia menekankan pentingnya proses penyaringan ketat untuk membedakan antara pemegang status pengungsi resmi dan pelanggar regulasi keimigrasian. Warga yang terverifikasi sebagai pengungsi bakal masuk dalam daftar prioritas skema repatriasi yang dikordinasikan oleh Kementerian Luar Negeri.
"Saya tidak mengatakan mereka adalah pengungsi. Untuk menentukan apakah mereka pengungsi atau warga negara Myanmar yang telah melakukan pelanggaran di bawah Undang-Undang Imigrasi dan undang-undang lainnya, kita harus menyaring mereka," kata Saifuddin Nasution, Menteri Dalam Negeri Malaysia.
Pendataan juga difokuskan pada warga asing yang bermukim di luar tahanan imigrasi melalui penyiapan mekanisme penjangkauan khusus. Pemerintah berencana merilis pengumuman resmi agar warga Myanmar secara sukarela mendaftarkan diri dalam basis data nasional.
"Karena itu, saya telah memerintahkan Departemen Imigrasi dan kepolisian untuk memulai latihan pengumpulan data ini. Ini sekarang sedang dimulai," kata Saifuddin Nasution, Menteri Dalam Negeri Malaysia.
Populasi pengungsi asal Myanmar di Malaysia terdiri atas 19 kelompok etnis, sehingga penanganannya tidak hanya terbatas pada etnis Rohingya. Kelompok etnis lain seperti Chin dan Arakanese turut menjadi bagian dari target pendataan pemerintah.
"Berapa banyaknya akan dilaporkan kepada saya dari waktu ke waktu. Jika mereka dikonfirmasi memiliki status pengungsi, mereka tentu akan menjadi salah satu kelompok pertama yang akan kita atur untuk dipulangkan," kata Saifuddin Nasution, Menteri Dalam Negeri Malaysia.
Selain menerima pemulangan dari Malaysia, Myanmar juga menyetujui penerimaan 100.000 pengungsi dari wilayah Cox's Bazar, Bangladesh. Kesepakatan pemulangan bilateral ini menjadi prioritas seiring menyempitnya peluang penempatan pengungsi ke negara ketiga akibat dinamika geopolitik global.
"Ada yang lain di luar depot. Mereka mungkin berada di luar, jadi kita memerlukan mekanisme untuk menjangkau mereka," kata Saifuddin Nasution, Menteri Dalam Negeri Malaysia.
Penyesuaian istilah dinilai penting agar perhatian publik tidak terfokus pada satu kelompok etnis saja. Penggunaan istilah pengungsi Myanmar mencakup seluruh spektrum etnis yang berada di wilayah Malaysia.
"Kita akan mengumumkan bahwa pemerintah Malaysia sedang melakukan latihan pengumpulan data dan meminta mereka untuk maju," kata Saifuddin Nasution, Menteri Dalam Negeri Malaysia.
Proses pendaftaran warga di luar depot akan diumumkan secara terbuka oleh otoritas keamanan dalam waktu dekat.
"Pengungsi dari Myanmar di negara kita berasal dari 19 kelompok etnis. Etnis Rohingya adalah salah satunya," kata Saifuddin Nasution, Menteri Dalam Negeri Malaysia.
Pemerintah mengimbau seluruh pihak terkait mendukung kelancaran pembaruan data keimigrasian ini.
"Lebih baik kita menyebut mereka sebagai pengungsi Myanmar karena kadang-kadang kita begitu fokus pada Rohingya sehingga seolah-olah kelompok etnis lain tidak ada," kata Saifuddin Nasution, Menteri Dalam Negeri Malaysia.
Identifikasi etnis lain seperti Chin dan Arakanese terus berjalan seiring pengumpulan data di lapangan.
"Ada etnis Chin, Arakanese, dan lainnya," kata Saifuddin Nasution, Menteri Dalam Negeri Malaysia.
Kementerian Luar Negeri akan melanjutkan diplomasi pemulangan setelah data final berhasil dihimpun.
"Prospek untuk pemukiman kembali ke negara ketiga menjadi semakin terbatas di tengah perubahan lanskap geopolitik global, menjadikan pengaturan pemulangan ini lebih signifikan," kata Saifuddin Nasution, Menteri Dalam Negeri Malaysia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow