Kementerian PKP Usulkan Tambahan Anggaran Rp 94 Triliun untuk 2027

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp 106 triliun untuk tahun anggaran 2027. Namun, batas pagu indikatif yang ditetapkan Kementerian Keuangan dan Bappenas hanya mencapai Rp 11,768 triliun, seperti dilansir dari Detikcom, Kamis (3/9/2026).

Kondisi penetapan pagu indikatif tersebut membuat Kementerian PKP mengalami defisit anggaran yang cukup besar untuk menjalankan target program perumahan rakyat pada tahun mendatang.

"Kita menyampaikan usulan anggaran Rp 106 triliun, kemudian pagu anggaran yang turun dari SE Kementerian Keuangan dan Kepala Bappenas adalah Rp 11,768 triliun. Kami masih mengalami backlog atau kekurangan anggaran Rp 94,23 triliun," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI.

Defisit dana tersebut berdampak langsung pada pemangkasan target program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari rencana awal 2 juta unit menjadi hanya 315 ribu unit dengan alokasi Rp 8,67 triliun.

"Anggaran Rp 8,67 triliun ini ditargetkan mencapai 315 ribu unit rumah yang akan menjadi sasaran tahun 2027. Ini di bawah usulan dari rencana PKP yang sebanyak 2 juta unit, ini yang masih terus kita usulkan," tuturnya.

Rencana alokasi pagu indikatif sebesar Rp 11,768 triliun tersebut terbagi menjadi dua fokus utama. Sebanyak Rp 913,82 miliar dialokasikan untuk operasional serta manajemen, sedangkan sisanya sebesar Rp 10,85 triliun diperuntukkan bagi program pembangunan perumahan.

Rincian alokasi program perumahan mencakup pembenahan rumah susun sebesar Rp 452,96 miliar untuk 632 unit atau 12 tower, serta pembangunan rumah khusus sebesar Rp 1,58 triliun untuk 1.900 unit di Papua Pegunungan dan daerah pascabencana. Selain itu, penanganan kawasan kumuh dan sanitasi seluas 75 hektare di 5 lokasi dianggarkan Rp 92,68 miliar, bantuan PSU sebesar Rp 10,53 miliar untuk 775 unit hunian tapak dan 50 unit hunian vertikal, serta anggaran Turbinwas sebesar Rp 50,87 miliar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed