Kemkomdigi Dorong Kedaulatan Digital pada Peringatan HUT Ke 81 RI
Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan komitmen memperkuat kedaulatan digital nasional serta memprioritaskan percepatan pemulihan jaringan telekomunikasi pascagempa Flores dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Pemerintah memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mengoptimalkan pelayanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, usaha, hingga bidang sosial. Dalam sektor sosial, digitalisasi Sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) difasilitasi melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) guna mempercepat verifikasi penerima bantuan.
Penggunaan sistem digital Perlinsos telah memasuki masa uji coba dan mencatatkan tiga juta keluarga di 153 kabupaten/kota terdaftar dalam sistem. Pemerintah menargetkan program tersebut menjangkau 49 juta keluarga saat diterapkan secara nasional.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan pesan khusus mengenai peran teknologi dalam menjaga persatuan bangsa melalui unggahan video resmi kementerian.
"Di era digital, mari jadikan teknologi sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan, membuka kesempatan, serta menghadirkan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
Meutya menambahkan bahwa fondasi bangsa Indonesia didirikan atas nilai-nilai kebersamaan yang harus terus dipelihara demi kesejahteraan masyarakat.
"81 tahun Indonesia berdiri dengan semangat perjuangan, persatuan, dan juga gotong royong. Semangat itu harus terus kita jaga, kita wujudkan Indonesia yang semakin maju, semakin berdaulat, dan juga sejahtera," katanya.
Menkomdigi juga menekankan pentingnya sinergi dan kerja sama lintas sektor dalam menghadapi tantangan era digital, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kita harus bersatu dan bekerja sama untuk memajukan bangsa ini, terutama dalam bidang komunikasi dan digital,” ujarnya.
Guna mewujudkan pemerataan akses, kementerian merancang strategi pengembangan infrastruktur internet hingga ke wilayah terpencil, disertai rencana menggelar workshop bersama para pemangku kepentingan.
Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail menjelaskan bahwa kedaulatan negara saat ini sangat bergantung pada penguasaan dan perlindungan di ruang digital.
“Kedaulatan hari ini ditentukan oleh kemampuan bangsa untuk menguasai infrastrukturnya, melindungi datanya, mengembangkan teknologinya, menjaga ruang informasinya, dan memastikan masyarakat memperoleh manfaat dari proses transformasi digital,” ujar Ismail.
Kemkomdigi mengusung tiga agenda prioritas yang selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, meliputi pembangunan Pusat Data Nasional (PDN), pemberantasan judi online, dan perlindungan anak melalui PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS).
“Ketiganya mungkin terlihat sebagai program yang berbeda, tetapi memiliki satu benang merah yang sama, yaitu kedaulatan. Kedaulatan berarti negara tidak membiarkan ruang digitalnya digunakan untuk merusak kehidupan rakyat,” kata Ismail.
Dalam penindakan judi online, Kemkomdigi memutus 3,7 juta situs bermuatan perjudian sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026, serta memblokir 32.500 rekening bank bersama otoritas terkait. Di sisi perlindungan anak, platform digital telah menonaktifkan 4,7 juta akun anak hingga Juli 2026 dan 204 platform menyerahkan penilaian mandiri profil risiko.
“Tujuan kita bukan sekadar menutup akun, melainkan mengubah ekosistem. Kita ingin platform digital ikut bertanggung jawab terhadap ruang yang mereka bangun karena anak-anak Indonesia berhak tumbuh bersama teknologi tanpa kehilangan masa kecil yang aman,” kata Ismail.
Langkah strategis tersebut mengacu pada Rencana Strategis Kemkomdigi 2025–2029 melalui pilar Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.
Sebelum membacakan amanat upacara di Lapangan Anantakupa Jakarta, Ismail mengajak peserta menundukkan kepala untuk mendoakan korban gempa bumi ber-magnitudo 7,7 di Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur.
“Marilah kita sejenak mengheningkan cipta dan memanjatkan doa bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban dan terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur,” ujar Ismail.
Pemulihan jaringan telekomunikasi akibat gempa di 11 kabupaten/kota NTT terus dikejar. Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 18.00 WIB, sebanyak 683 dari 794 BTS terdampak atau sekitar 86,02 persen telah kembali beroperasi, dengan pemulihan 100 persen di Kabupaten Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara.
Menkomdigi menegaskan komitmen pemerintah untuk mendampingi masyarakat terdampak bencana melalui penyediaan akses komunikasi yang memadai.
“Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Di tengah situasi seperti ini, kami menyadari bahwa layanan telekomunikasi memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk mendapatkan informasi, berkomunikasi dengan keluarga, serta mendukung koordinasi penanganan bencana,” kata Meutya Hafid.
Sebanyak 111 BTS yang tersisa di delapan kabupaten lainnya masih terus diperbaiki oleh Kemkomdigi bersama penyedia layanan telekomunikasi hingga seluruh jaringan pulih total.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow