Ketegangan AS-Iran Meningkat Usai Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah Presiden Donald Trump memerintahkan blokade laut dan rencana penerapan tarif kargo di Selat Hormuz, yang langsung memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga 14 persen ke level 87 dolar AS per barel pada Selasa, 14 Juli 2026.
Keputusan sepihak Washington ini mengancam kelangsungan nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata yang sebelumnya disepakati kedua belah pihak di Islamabad pada 17 Juni 2026 untuk menghentikan pertempuran sementara hingga Agustus mendatang.
Aksi saling serang kembali pecah setelah militer AS melancarkan serangan udara selama tiga hari berturut-turut ke wilayah Iran, yang dibalas Teheran dengan menargetkan pangkalan militer AS di beberapa negara Teluk serta menutup kembali Selat Hormuz.
Merespons ancaman tarif dari Trump, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan posisi negaranya dalam mengontrol jalur logistik strategis global tersebut.
"Iran selalu menjadi penjaga Selat Hormuz, sembari menambahkan bahwa pihak yang menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz berhak memperoleh kompensasi atas layanan tersebut," kata Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.
Araghchi menilai usulan tarif sebesar 20 persen yang dicanangkan oleh pemerintah AS terlalu tinggi, sehingga Teheran berniat merumuskan biaya transit yang dianggap lebih adil bagi kapal-kapal niaga yang melintas.
"tarif sebesar 20% dari nilai kargo terlalu tinggi," ujar Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan komitmen negaranya terhadap kesepakatan damai sementara yang telah ditandatangani, asalkan pihak lawan menunjukkan iktikad serupa.
"Kesepahaman ini adalah masalah timbal balik. Jika pihak Amerika tetap berkomitmen terhadap nota kesepahaman tersebut, kami juga akan memenuhi komitmen kami," kata Masoud Pezeshkian, Presiden Iran.
Sementara itu, Joint Maritime Information Center melaporkan bahwa komando militer AS mulai memberlakukan blokade penuh di seluruh pelabuhan dan pesisir Iran sejak Selasa, 14 Juli 2026 pukul 16.00 waktu New York.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow