AS dan Iran Saling Klaim Kendali Selat Hormuz Saat Harga Minyak Naik

Smallest Font
Largest Font

Amerika Serikat dan Iran saling mengklaim kendali atas Selat Hormuz pada Sabtu (15/8/2026) di tengah melesatnya harga minyak dunia akibat terganggunya jalur distribusi energi global tersebut.

Presiden AS Donald Trump menyatakan dalam rapat umum di New York pada Sabtu (15/8/2026) bahwa Washington akan mengambil alih kawasan strategis itu setelah konflik militer berakhir.

"Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," kata Donald Trump, Presiden AS.

"Itu benar," tambah Donald Trump, Presiden AS.

Konflik yang diawali serangan bersama AS dan Israel sejak 28 Februari 2026 membuat Iran memberlakukan pembatasan pelayaran di perairan yang memuat 20 persen pasokan minyak dunia tersebut. AS kemudian membalas dengan melancarkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

"Kita sudah melakukan blokade. Tidak ada kapal yang bisa melewatinya kecuali kita menginginkannya," kata Donald Trump, Presiden AS.

Pemerintah AS pada Kamis (13/8/2026) mengumumkan akan mempertahankan tindakan blokade laut terhadap Iran tanpa batas waktu setelah perundingan gencatan senjata mengalami kebuntuan.

"Kita tunggu pengumuman lebih lanjut pekan depan karena kami akan menerapkan langkah-langkah seperti yang belum pernah terlihat dalam sejarah isolasi ekonomi terhadap suatu negara," kata Scott Bessent, Menteri Keuangan AS.

Ketegangan tersebut memicu gejolak pasar komoditas energi dunia. Pada perdagangan Jumat (14/8/2026), harga minyak mentah Brent ditutup melonjak 1,67 persen ke posisi 88,52 dolar AS per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,42 persen menjadi 82,40 dolar AS per barel berdasarkan data Refinitiv.

"Kenaikan harga terjadi setelah adanya serangan baru terhadap kapal tanker dan tidak adanya kemajuan dalam kesepakatan gencatan senjata," kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates.

"Harga minyak mentah mungkin US$80 per barel, tetapi harga diesel US$180 per barel dan bensin US$130 per barel. Inilah yang berdampak langsung kepada konsumen," ujar Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates.

"Laporan IEA dan EIA pekan ini cukup mengungkapkan. Persediaan ternyata jauh lebih kuat dari yang dikhawatirkan, sehingga seharusnya mendorong harga minyak turun," kata Norbert Rucker, Kepala Ekonomi dan Next Generation Research di Julius Baer.

Eskalasi dilaporkan memburuk setelah dua kapal milik perusahaan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) diserang saat melintasi selat pada Kamis (13/8/2026). Selain itu, Ukraina melancarkan serangan drone ke terminal Sheskharis di pelabuhan Novorossiysk, Laut Hitam, yang menghentikan sementara ekspor minyak mentah Rusia pada Jumat (14/8/2026).

"Itulah berita utama yang mendorong harga naik: kapal tanker diserang," kata Phil Flynn, Analis Senior Price Futures Group.

Di sisi lain, pihak Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz berada penuh di bawah kendali Teheran dan menolak gertakan Washington.

"Selat ini hanya akan dibuka dan ditutup atas perintah Iran. Selama Anda tidak menerima kenyataan kekalahan dan terus menikmati khayalan, Iran akan terus menegakkan blokade," kata Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran.

"Selat Hormuz tidak bisa direbut hanya dengan sebuah cuitan atau kapal induk, dengan mengeluarkan perintah atau menyampaikan pidato kampanye," ujar Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran.

Tekanan inflasi energi juga berimbas pada harga bensin domestik AS yang menyentuh rata-rata 4,08 dolar AS per galon pada Jumat (14/8/2026). Meski demikian, pemerintah AS meminta masyarakat bersiap dengan kondisi tersebut.

"Apa yang kami lakukan adalah sebuah pelayanan besar bagi dunia, bukan hanya untuk diri kami sendiri... dan kami benar-benar melakukan pekerjaan yang luar biasa," kata Donald Trump, Presiden AS.

Merespons krisis tersebut, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi dijadwalkan melawat ke Arab Saudi dan Oman pada 17–22 Agustus 2026 untuk mengupayakan stabilitas pelayaran serta membantu memfasilitasi dialog perdamaian.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed