Kinerja Keuangan RANS Entertainment Soroti Penurunan Laba Sebelum IPO
Laporan prospektus PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menunjukkan penurunan kinerja keuangan sebelum resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Perusahaan mencatat penurunan pendapatan sebesar 13,91 persen pada tahun 2025 menjadi Rp353,38 miar dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang menembus Rp410,50 miliar.
Tren penurunan ini memperpanjang catatan negatif dari tahun 2023, di mana emiten barang konsumen non-primer ini sempat membukukan pendapatan sebesar Rp437,81 miliar. Penyusutan omzet tersebut berdampak langsung pada laba tahun berjalan perseroan yang merosot hingga 41,60 persen menjadi Rp56,69 miliar pada 2025, setelah sebelumnya meraih Rp97,07 miliar pada 2024 dan Rp84,45 miliar pada 2023.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa pelemahan performa finansial pada tahun 2025 dipicu oleh berkurangnya setoran dari divisi duta merek serta manajemen talenta.
"Pendapatan Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar Rp57.118.332.042 atau 13,91 persen, yaitu dari Rp410.495.372.937 untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2024 menjadi Rp353.377.040.895 untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2025," ungkap perseroan.
Faktor pasar juga memengaruhi lini bisnis sekunder yang dikelola oleh perusahaan hiburan asal BSD City tersebut.
"Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen duta merek dan talent management sebesar Rp55.254.268.335 atau 51,55 persen, dari Rp107.182.959.318 pada tahun 2024 menjadi Rp51.928.690.983 pada tahun 2025," tulis RANS Entertainment dalam prospektus.
Selain penurunan di sektor manajemen talenta, penjualan produk kuliner dan kecantikan berbasis hak kekayaan intelektual (IP) menyusut Rp15,55 miliar menjadi Rp107,01 miliar. RANS juga kehilangan potensi pemasukan dari sektor olahraga senilai Rp9,78 miliar lantaran pelepasan kepemilikan saham pada PT RPKSB yang dilakukan sejak tahun 2024.
Manajemen menegaskan bahwa hilangnya pendapatan dari PT RPKSB bersifat non-recurring sehingga mendistorsi perbandingan laporan keuangan antartahun.
"Sementara itu, penurunan pada segmen duta merek dan talent management serta penjualan produk terutama dipengaruhi oleh kondisi pasar," tulis RANS.
Dari aspek neraca, total aset RANS terkontraksi menjadi Rp461,03 miliar di akhir 2025 dengan komposisi ekuitas Rp340,80 miliar dan liabilitas Rp120,23 miliar. Kendati demikian, posisi kas dan setara kas perseroan tumbuh positif dari Rp91,07 miliar menjadi Rp100,13 miliar, di samping kepemilikan piutang usaha pihak ketiga senilai Rp115,19 miliar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow