KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok Satu Orang Meninggal

Smallest Font
Largest Font

Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin terbakar saat berlayar dari Pelabuhan Padang Bai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok di perairan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.15 WITA.

Insiden kebakaran kapal rute Bali-Lombok tersebut memicu operasi penyelamatan berskala besar yang melibatkan tim SAR gabungan. Tiga korban telah dievakuasi ke Pelabuhan Lembar pada Rabu pagi sekitar pukul 10.30 WITA, dengan rincian satu korban meninggal dunia dan dua korban selamat langsung dirujuk ke RSUP NTB.

Petugas di lapangan masih terus melakukan penanganan dan pendataan terhadap seluruh kru maupun penumpang. Berdasarkan data pengelola kapal PT Jembatan Laut, KMP Putri Yasmin mengangkut 131 penumpang yang terdiri dari 43 penumpang pejalan kaki dan 88 penumpang di dalam kendaraan, serta membawa 79 unit kendaraan.

Laporan darurat pertama kali diterima oleh Kantor SAR Mataram pada pukul 04.39 WITA, yang segera menggerakkan armada evakuasi ke titik koordinat kejadian.

"KN SAR Arjuna 229 gerak dari Pelabuhan Benoa 08.00 Wita. Heli SGi Air Bali take off pukul 09.50 Wita menuju search area," kata Sidakarya saat dikonfirmasi, Rabu.

Pengerahan helikopter serta kapal SAR Arjuna dari Bali dilakukan untuk memperkuat jangkauan pemantauan udara dan mempercepat proses evakuasi penumpang di perairan.

"Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 04.15 WITA saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar. Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA dan segera mengerahkan personel untuk melakukan proses evakuasi," kata dia dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia, Rabu pagi ini.

Proses operasi SAR turut melibatkan berbagai pihak seperti KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polairud, Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, hingga kapal pesiar yatch dan masyarakat lokal.

"Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigit Inflatable Boat (RIB), dan Rigit Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi kejadian," ujar Hariyadi.

Kepanikan sempat terjadi di atas kapal ketika kepulan asap tebal mulai membumbung tinggi, berdasarkan rekaman video berdurasi 50 detik yang beredar di media sosial.

"Hancur sudah. Allahu Akbar," ungkap pria dalam video tersebut sambil mengenakan jaket pelampung di KMP Putri Yasmin tersebut.

Pihak otoritas pelabuhan masih menunggu pembaruan data resmi terkait daftar manifes penumpang secara menyeluruh.

"Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih berada di lokasi kejadian untuk melaksanakan proses evakuasi," sambung Hariyadi.

Fokus utama seluruh unsur penyelamat di lokasi saat ini adalah menuntaskan penyisiran area laut dan memastikan keselamatan seluruh awak serta penumpang kapal.

“Ya tadi ada tiga orang. Para korban langsung kami bawa ke RSUP NTB. Sementara ini identitasnya belum kami ketahui,” kata Syamsu Rizal di Pelabuhan Lembar, Rabu (12/8).

Penyebab pasti munculnya api yang membakar KMP Putri Yasmin masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

“Kami masih belum bisa memberikan keterangan jumlah penumpang. Saat ini kami masih fokus untuk evakuasi korban,” ujarnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed