Tim SAR Selamatkan 59 Penumpang KMP Putri Yasmin Terombang Ambing

Smallest Font
Largest Font

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 59 penumpang KMP Putri Yasmin yang terombang-ambing di perairan Pantai Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (12/8/2026) pagi usai kapal tersebut mengalami kebakaran pada dini hari.

Proses penyelamatan berlangsung sengit karena petugas harus menerjang gulungan gelombang tinggi sekitar 4 hingga 6 meter di tengah lautan. Kapal penyelamat KN SAR 220 Mataram bertolak dari pelabuhan sejak pukul 04.40 WITA demi menjangkau lokasi para korban.

Nakhoda Rescue Boat (RB) 220 Mataram, Nurdin, mengutarakan tingginya risiko yang dihadapi oleh regu penolong di lapangan akibat kondisi cuaca ekstrem.

"Jadi kami harus berhadapan sama gulungan ombak empat sampai enam meter," tutur Nurdin di Pelabuhan Lembar, Kamis (13/8/2026).

Pengambilan keputusan secara presisi menjadi kunci keselamatan seluruh anggota regu agar kapal evakuasi tidak terbalik dihantam ombak besar.

"Kami harus menabrak ombak, dalam artian kami nggak boleh memberikan lambung kanan atau lambung kiri kapal. Kalau kami salah mengambil tindakan atau posisi saat itu, kemungkinan kami sebagai penolong akan tergulung sama ombak," ujarnya.

Pergerakan arus laut yang kencang mengarah ke sisi selatan berpotensi membawa para penyintas semakin jauh dari titik awal kejadian.

"Posisi arus saat itu cenderung ke selatan, otomatis berbatasan dengan perairan Australia," katanya.

Upaya pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 08.00 WITA ketika tim melihat sekoci penyelamat mengapung di lautan. Lokasi ditemukannya 59 korban berada sejauh enam mil dari posisi insiden kebakaran KMP Putri Yasmin.

"Jam 08.00 ditemukan, pada saat di lokasi itu kami menemukan titik di mana life rub yang mengapung, dan berharap ada penumpang KMP Putri Yasmin. Alhamdulillah, dengan kesabaran dan semangat korban bisa kami temukan walaupun jarak dari KMP Putri Yasmin sudah enam mil," tuturnya.

Perasaan haru dan iba menyelimuti para petugas saat menyaksikan kondisi para penumpang yang membutuhkan pertolongan darurat.

"Saat kami melihat, menemukan, ada rasa senang, ada juga rasa sedih karena melihat kondisi korban yang memang membutuhkan pertolongan," ucapnya.

Sebagian besar penumpang sempat kehilangan harapan untuk selamat setelah bertahan jam-jaman di tengah ombak ganas.

"Sebenarnya kalau dari korban itu sudah pesimis selamat. Mereka sudah beranggapan 99 persen nggak bisa berharap hidup lagi. Tapi dengan melihat tim penolong, semangat itu kembali ada," ujar Nurdin.

Besarnya guncangan gelombang membuat tim harus menunggu momen yang tepat saat menaikkan korban agar tidak tertabrak lambung kapal.

"Nggak memungkinkan kami evakuasi langsung ke atas kapal itu. Karena keadaan gelombang arus itu, ya kapal kami juga tergoyang. Yang kami khawatirkan itu kalau salah ambil tindakan, ada kemungkinan korban kelindes sama kapal kami. Jadi mau nggak mau kami harus berhitung betul-betul," tuturnya.

Penanganan dilanjutkan secara bertahap menggunakan bantuan tali untuk memindahkan penumpang satu per satu ke atas KN SAR 220 Mataram.

"Saat sudah landai gelombang, kami lempar tali agar bagaimana posisi korban itu tidak jauh dari kapal penolong. Pelan-pelan satu-satu kami tarik pakai tali naik ke atas kapal," sambung Nurdin.

Seluruh 59 survivor berhasil dinaikkan ke atas kapal pada pukul 09.00 WITA dan tiba di Pelabuhan Lembar pukul 12.00 WITA. Dilaporkan oleh detikBali, total korban terevakuasi mencapai 212 orang ke Pelabuhan Lembar dan 35 orang ke Padangbai Bali, dengan korban jiwa tercatat sebanyak satu orang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed