Komdigi Panggil Meta Atasi Peretasan dan Suspend Akun WhatsApp

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memanggil Meta untuk meminta keterangan langsung terkait penanganan kasus peretasan dan suspend massal akun WhatsApp yang disalahgunakan untuk promosi aktivitas ilegal. Langkah ini diambil Rabu (26/8/2026) sebagai bentuk tanggung jawab Meta sebagai penyelenggara sistem elektronik di Indonesia.

Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar menyatakan pihaknya telah meminta perwakilan Meta hadir di kantor Komdigi untuk memberikan penjelasan kepada pemerintah.

"Terkait penanganan kasus suspend massal akun WhatsApp, kami telah meminta kehadiran perwakilan Meta di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital guna memberikan keterangan secara langsung kepada Pemerintah," ujar Alexander Sabar.

Sebelumnya, Komdigi memberikan tenggat waktu lima hari hingga Senin (24/8/2026) kepada Meta untuk menyampaikan klarifikasi tertulis mengenai penyebab masalah dan langkah penanganan. Alexander juga menegaskan Meta harus menyediakan kanal aduan bagi pengguna terdampak.

Meta, melalui Kepala Kebijakan Facebook & Messaging Asia Pasifik Esther Samboh, mengakui adanya kesalahan dalam proses pemblokiran akun. Ia menyatakan sebagian besar akun asli yang terdampak kesalahan teknis telah dipulihkan.

"Terkadang kami melakukan kesalahan dalam proses ini, dan kami berupaya memperbaikinya secepat mungkin," kata Esther Samboh.

"Sebagian besar akun asli yang terdampak oleh kesalahan teknis ini kini telah dipulihkan, dan kami terus berupaya membantu siapa pun yang masih terdampak," tambahnya.

Salah satu korban, Hesti (34), karyawan swasta, mengaku akun WhatsApp-nya tiga kali terkena suspend. Ia menduga akunnya diretas saat mengakses WhatsApp Web, di mana pesan otomatis dikirim ke puluhan nomor tidak dikenal.

"WhatsApp di hp tidak dibuka, saat itu lagi buka WhatsApp di web. Tiba-tiba WhatsApp di web kirim chat ke nomor yang tidak dikenal banyak banget, mungkin kira-kira 20 nomor lebih kirim tautan," ujar Hesti.

"Lalu buka WhatsApp di HP tidak ada sama sekali chat yang ada di web itu, setelah beberapa detik terus WhatsApp di HP minta ditinjau," lanjutnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed