Meta Terancam Denda Rp217 Triliun Gara-Gara Facebook dan Instagram, Ini Penyebabnya

Smallest Font
Largest Font

Komisi Uni Eropa mengungkapkan bahwa desain platform media sosial Facebook dan Instagram milik Meta secara sengaja dirancang untuk membuat para penggunanya kecanduan.

Oleh karena itu, regulator Benua Biru tersebut mendesak Meta untuk segera mengubah desain fiturnya atau bersiap menghadapi sanksi denda finansial yang sangat besar.

Menurut penilaian komisi, sejumlah fitur utama seperti autoplay, infinite scroll, rekomendasi yang dipersonalisasi, serta push notification berpotensi kuat mengganggu kesehatan mental para pengguna.

Fitur Pemicu Kecanduan dan Pelanggaran Aturan

Berdasarkan hasil investigasi mendalam, Meta dinilai gagal mengatasi ataupun memberikan peringatan yang memadai kepada pengguna mengenai risiko-risiko kesehatan mental tersebut.

Tindakan kelalaian ini membuat perusahaan teknologi raksasa tersebut berpotensi melanggar regulasi ketat dalam Undang-Undang Layanan Digital atau Digital Services Act (DSA) Uni Eropa.

Temuan di Eropa ini sejalan dengan keputusan dua juri pengadilan di Amerika Serikat yang menyatakan Meta sengaja membuat pengguna muda kecanduan sehingga membahayakan mereka.

Fitur Bermasalah Dampak terhadap Pengguna
Autoplay & Infinite Scroll Mendorong keinginan terus menggulir layar secara kompulsif
Rekomendasi Personalisasi Mengondisikan otak ke dalam mode autopilot
Push Notification Memicu kebiasaan penggunaan media sosial tidak sehat

Menanggapi tuduhan serius tersebut, juru bicara Meta Ben Walters menyatakan bahwa pihak perusahaan tidak menyetujui hasil temuan dari Komisi Uni Eropa tersebut.

Menurut Ben Walters, laporan tersebut sama sekali tidak mempertimbangkan langkah-langkah signifikan yang sejauh ini telah dilakukan Meta dalam melindungi kelompok pengguna remaja.

"Sejak investigasi ini dimulai, kami telah meluncurkan fitur Akun Remaja yang secara otomatis melindungi remaja dan memberikan kendali kepada orang tua, memungkinkan mereka memblokir akses ke Instagram pada malam hari dan membatasi screen time harian hanya 15 menit," kata Ben Walters, Senin (13/07/2026).

"Kami memiliki komitmen yang sama dengan Komisi Eropa untuk menyediakan pengalaman daring yang aman dan positif bagi remaja, dan kami akan terus berdialog secara konstruktif dengan mereka," lanjut Ben Walters, Senin (13/07/2026).

Ancaman Sanksi Finansial Global

Proses temuan Komisi Eropa ini masih berada dalam tahap awal, sehingga pihak Meta masih diberikan kesempatan hukum untuk menyanggah seluruh hasil investigasi tersebut.

Namun, jika nantinya terbukti sah melanggar DSA, Meta terancam hukuman denda fantastis hingga 6 persen dari total pendapatan global tahunan mereka.

Berdasarkan data pendapatan tahun lalu, nilai denda maksimal tersebut diperkirakan dapat mencapai lebih dari US$12 miliar atau berkisar Rp217 triliun.

Indikator Finansial Estimasi Nilai Sanksi
Persentase Maksimal Denda 6 persen dari pendapatan global
Nilai Denda (Dolar AS) Lebih dari US$12 miliar
Nilai Denda (Rupiah) Sekitar Rp217 triliun

Laporan komisi tegas menyatakan Meta mengabaikan data jumlah waktu yang dihabiskan remaja saat mengakses aplikasi pada malam hari serta mengabaikan risiko fitur utama.Upaya mitigasi risiko dari Meta dinilai belum efektif karena fitur pengingat batas waktu sangat mudah diabaikan oleh para pengguna remaja.

Riset Independen Efektivitas Fitur Keselamatan

Fitur pengawasan orang tua juga dikritik karena menuntut keahlian teknis serta waktu luang yang banyak dari orang tua untuk bisa memahaminya secara optimal.

Sebuah laporan riset dari New York University dan Northeastern University mengevaluasi bahwa mayoritas fitur keselamatan remaja di media sosial belum berfungsi dengan baik.

Riset tersebut menemukan bahwa sebanyak 66 persen fitur keselamatan di Instagram tidak berfungsi optimal atau posisinya sangat sulit untuk ditemukan pengguna.

Merespons riset itu, Meta berdalih fitur sudah berfungsi sebagai pengingat, sementara keputusan akhir penggunaan tetap di tangan remaja meski orang tua bisa membatasi.

Meta pertama kali meluncurkan pengaturan keselamatan Akun Remaja pada 2024 setelah bertahun-tahun menerima gelombang kritik tajam dari kelompok orang tua dan pembuat kebijakan.

Fitur tahun 2024 tersebut menyediakan perlindungan privasi bawaan, pembatasan waktu, serta pembatasan konten bagi pengguna di bawah usia 18 tahun yang mendaftar akurat.

Kini, Komisi Eropa menegaskan Meta sebaiknya menonaktifkan fitur pemicu kecanduan seperti autoplay dan infinite scroll serta mengubah sistem rekomendasi yang berorientasi interaksi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed