Daftar Kota Paling Ramah Pejalan Kaki 2026: Kopenhagen Nomor 1, Ada Singapura

Smallest Font
Largest Font

Kopenhagen resmi dinobatkan sebagai kota paling ramah pejalan kaki di dunia berdasarkan indeks pemeringkatan tata kota global teranyar yang dirilis pada Sabtu, 6 Juni 2026. Ibu kota Denmark tersebut berhasil mengungguli ratusan kota besar lain karena konsistensi perluasan zona bebas kendaraan bermotor sepanjang awal tahun ini. Laporan komprehensif dari BBC menunjukkan bahwa penilaian indeks tahun ini berfokus pada aksesibilitas trotoar, keamanan penyeberangan, serta integrasi jalur pedestrian dengan moda transportasi publik massal.

Kopenhagen meraih skor tertinggi berkat reformasi infrastruktur hijau yang masif. Kebijakan tata kota yang radikal di Eropa menempatkan mayoritas kota-kota di benua tersebut mendominasi daftar teratas. Pengalaman jalan kaki di kota terkenal kini menjadi tolok ukur baru bagi kenyamanan hidup masyarakat urban dunia.

Penyusunan indeks tahun 2026 ini melibatkan pemantauan mobilitas warga dan ketersediaan fasilitas penunjang di area pusat bisnis hingga pemukiman. Sejumlah kota berhasil mencatatkan peningkatan skor yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Berikut adalah rincian performa tata kota dari wilayah yang masuk dalam peringkat papan atas global tahun ini:

Daftar Kota Terbaik untuk Akses Pejalan Kaki Tahun 2026
Peringkat Nama Kota Negara Skor Indeks Walkability
1 Kopenhagen Denmark 96,5
2 Amsterdam Belanda 95,8
3 utrecht Belanda 94,2
4 Stockholm Swedia 92,0
5 Singapura Singapura 91,5

Data di atas memperlihatkan dominasi destinasi Eropa ramah pejalan kaki yang bersaing ketat dengan Singapura sebagai satu-satunya wakil dari Asia Tenggara di posisi lima besar dunia. Kehadiran Singapura membuktikan bahwa iklim tropis bukan halangan untuk menciptakan ruang publik yang sejuk.

Faktor Penentu Keberhasilan Transformasi Ruang Publik

Keberhasilan kota-kota di atas tidak lepas dari komitmen jangka panjang dalam menekan angka penggunaan kendaraan pribadi di area pusat kota. Pemerintah setempat secara aktif mengalihkan fungsi jalan raya menjadi ruang publik yang inklusif.

10 Kota yang Dapat Dikunjungi dengan Berjalan Kaki di Tahun 2026! | DAFTAR FAKTA UNIK

Menurut laporan CNBC Indonesia, perluasan jalur hijau dan penambahan peneduh alami berupa pohon-pohon besar menjadi strategi utama penataan kota modern. Langkah ini terbukti menurunkan suhu mikro kota sekaligus meningkatkan minat warga untuk berjalan kaki.

Infrastruktur Bebas Kendaraan dan Keamanan Sektor Transportasi

Faktor keamanan menjadi aspek yang paling krusial dalam penilaian tahun ini. Kota-kota yang menempati peringkat teratas menerapkan batas kecepatan kendaraan maksimal 30 kilometer per jam di area pemukiman warga.

Selain itu, integrasi tanpa celah antara jalur pedestrian dengan stasiun kereta bawah tanah serta halte bus membuat warga lebih memilih cara explore kota tanpa kendaraan. Seluruh fasilitas ini dibangun secara universal agar ramah bagi penyandang disabilitas.

Dampak Positif terhadap Sektor Ekonomi Lokat dan Pariwisata

Data dari media internasional juga mengonfirmasi adanya korelasi positif antara tingginya tingkat walkability dengan pertumbuhan ekonomi lokal. Area komersial yang bebas dari kendaraan bermotor mencatatkan transaksi ritel yang jauh lebih tinggi.

Wisatawan mancanegara kini cenderung mencari tips memilih kota ramah pejalan kaki sebelum menentukan target liburan mereka. Ruang pedestrian yang aman dan nyaman memberikan stimulus besar bagi pelaku industri pariwisata serta kuliner lokal.

Tantangan Pengembangan Kawasan Pedestrian Modern

Meskipun Kopenhagen dan beberapa kota besar lainnya sukses menciptakan ekosistem pedestrian yang ideal, tantangan besar masih dihadapi oleh kota-kota berkembang di belahan dunia lain. Masalah keterbatasan lahan dan anggaran sering menjadi hambatan utama.

Dilansir dari CNN Indonesia, proses konversi jalan raya menjadi kawasan pejalan kaki sering kali menghadapi penolakan awal dari pemilik kendaraan pribadi. Dibutuhkan ketegasan regulasi serta edukasi yang konsisten untuk mengubah paradigma mobilitas masyarakat.

Pemerintah kota Kopenhagen sendiri menjadwalkan penambahan zona bebas emisi baru seluas 15 hektare yang ditargetkan rampung pada akhir semester kedua tahun ini sebagai langkah lanjutan mempertahankan posisi puncak indeks global.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed