KPAI Terima Aduan Dugaan Doktrinasi Anak Ruben Onsu Pascaperceraian
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Menteng, Jakarta Pusat, menerima aduan dan bukti rekaman video rahasia dari presenter Ruben Onsu terkait dugaan tekanan psikis serta doktrinasi negatif terhadap anak-anaknya pada Senin, 22 Juni 2026.
Langkah hukum tersebut memicu ketegangan baru setelah Ruben Onsu secara terbuka menuding adiknya, Jordi Onsu, ikut campur dan memicu keretakan rumah tangganya bersama Sarwendah yang telah diputus cerai sejak September 2024.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ruben Onsu mempertanyakan keberadaan sang adik yang mendadak tidak lagi aktif berbicara di depan publik saat persoalan keluarga ini mencuat.
"Di mana Uncle Jordi sekarang? Saat tahu saya datang, kok dia tidak muncul lagi?" tulis Ruben Onsu.
Presenter berusia 42 tahun tersebut menilai adiknya sengaja menarik diri dari posisi juru bicara keluarga setelah memperkeruh suasana internal ke ranah publik.
"Sama seperti dalam keributan yang sedang terjadi saat ini, ya? Tiba-tiba tidak mau menjadi juru bicara lagi," ujar Ruben.
Ruben menambahkan bahwa adiknya memiliki rekam jejak terlalu jauh mencampuri urusan domestik yang bersifat pribadi.
"Padahal, biasanya selalu ikut campur. Ayo dong, jangan diam. Anda juga ikut andil dalam perpisahan saya," sindirnya.
Ia menyayangkan banyaknya detail rumah tangga yang tersebar akibat tindakan sang adik yang dinilai mengikuti skenario pihak lain.
"Banyak hal yang sebenarnya bukan konsumsi publik dan bukan urusan orang lain, tetapi justru Anda yang sering menjadi penyambung lidah dan ikut skenario," sambung Ruben.
Di pihak lain, Jordi Onsu memberikan respons atas tudingan tersebut saat melakukan siaran langsung di media sosial pribadinya ketika menjawab pertanyaan warganet.
"Bantuin Bunda (dibaca Sarwendah) klarifikasi. Emang saya jubir? Udah ada lawyer loh.
Lagi dibantuin mulu, kayak program tolong. Gimana sih, suka pada bercanda," kata Jordi Onsu.
Jordi menegaskan bahwa dirinya kini berkomitmen penuh untuk menjaga jarak dan tidak ikut campur dalam persoalan rumah tangga kakaknya.
"Belajar tidak kepo sama urusan yang aku nggak perlu tahu. Belajar untuk tidak mencampuri urusan orang lain. Tidak berkomentar urusan orang lain," ungkapnya.
Ia juga menyatakan hanya akan menanggapi pernyataan yang dianggapnya berbobot guna menghindari polemik yang tidak perlu.
"Nggak ikut-ikutan. Jadi yaudah. Enak deh.
Justru kalau orang pinter, dia akan merespons sama satu statement yang dirasa pantas untuk direspons. Kalau nggak pantes nggak direspons, ngapain, repot," lanjutnya.
Sementara itu, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menjelaskan di kantor KPAI mengenai indikasi perundungan psikologis berbentuk pengondisian yang dialami oleh Thalia dan Thania di lingkungan rumah ibunya.
"Bullying itu kan bisa terbagi dua, fisik dan psikis. Nah, kalau misalnya kemudian patut diduga di dalam rumah itu sendiri ada suatu pengondisian, ada suatu pressure yang membuat anak-anak itu tertekan dan tidak bisa menjadi apa adanya dirinya, baik itu berkaitan dengan masalah keinginan anaknya untuk bertemu dengan ayahnya jadi berubah," kata Minola Sebayang seperti dikutip dari Grid.id.
Minola menduga tekanan psikis berupa sindiran yang kerap muncul di ruang publik juga terjadi secara intens di ruang tertutup.
"Kalau di ruang publik saja mereka tidak sedang segan-segan untuk melakukan sindiran-sindiran, hinaan-hinaan kepada ayah daripada anak kandungnya sendiri ya, tidak menutup kemungkinan di ruang tertutup hal itu juga sering dilakukan," tambah Minola.
Pihak kuasa hukum mengklaim rekaman video yang diserahkan ke KPAI menjadi bukti kuat adanya upaya sistematis memisahkan anak dari Ruben Onsu.
"Dan tadi kami memperlihatkan beberapa video dan bukti terkait dengan masalah dugaan yang tadi saya katakan tadi itu, mencoba untuk mendoktrin anak-anak supaya artinya itu salah satunya supaya tidak mau berkumpul dengan ayahnya, mungkin ada ketakutan-ketakutan dan lain sebagainya," lanjut Minola.
Hingga saat ini, proses tindak lanjut dari KPAI masih berjalan guna meneliti bukti-bukti pengondisian anak yang diserahkan oleh tim hukum Ruben Onsu tersebut.
"Kami sampaikan belum pernah disampaikan ke publik, jadi sangat kaget, sangat miris ada situasi dan kondisi anak-anak itu diperlakukan seperti itu ya," pungkas Minola.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow