Ruben Onsu Ungkap Kronologi Malam Kejadian Tuduhan Kekerasan Seksual pada Betrand Peto
Ruben Onsu memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya terkait laporan tuduhan kekerasan seksual yang menimpa Betrand Peto, dengan membagikan video keterangan dari staf klub yang hadir pada malam kejadian, Senin (14/9/2026), dilansir dari Detik Hot.
Jakaria, salah satu server yang bertugas malam itu, menjelaskan bahwa awalnya ada tiga perempuan yang masuk ke ruangan dan bersenang-senang. Namun, setelah Jakaria kembali dari lounge, ia melihat salah satu perempuan menangis dan bertanya kepada Betrand Peto yang berada di sana.
"Kejadian malam itu ada tiga cewek masuk ke dalam room. Mereka have fun, akhirnya gue tinggal ke lounge, pas datang lagi ada satu cewek menangis. Saya tanyakan, 'Ada apa ini?', kepada si BP.
BP bilang, 'Gak apa-apa biar saya yang nenangin'. Saya merasa ada tanggung jawab di situ, jadi saya tanya lagi, 'Kenapa?,'" ujar Jakaria.
Jakaria melanjutkan bahwa seorang teman perempuan dari ANW yang mengalami luka robek di kuping tersulut emosi dan tidak terima melihat ANW menangis. Perempuan tersebut sempat dikeluarkan dari ruangan karena dianggap terlalu ribut, namun kembali masuk dan terlibat cekcok dengan teman Betrand Peto.
"Masuk ke dalam room lagi, marah-marah dengan omongan tinggi ke si A (teman Onyo). Teman Onyo, 'Jangan kampungan, kalau bikin ribut mending keluar aja sana!'. Akhirnya ada cewek si A nyamperin misahin," jelas Jakaria.
Perkelahian antara perempuan yang luka di kuping dengan perempuan lain pun terjadi, hingga Jakaria harus memisahkan mereka dan memanggil manajer klub.
"Berantem di situ jambak-jambakan. Saya misahin di situ. Sudah dipisahin, saya keluarin si kuping yang berdarah, 'Kenapa bisa kayak gini sampai berantem-berantem?'. Tetap dia gak terima, akhirnya saya panggil manajer saya," ujar Jakaria.
Jakaria menyatakan bahwa tuduhan pelecehan seksual tidak terjadi karena sejak awal suasana di ruangan tersebut baik-baik saja dan semua orang hanya ingin bersenang-senang, meski mungkin dalam keadaan mabuk ada yang merasa dilecehkan.
"Kalau untuk hal itu gak ada. Mereka dari awal bilang yang mau-mau aja, have fun-have fun aja, mungkin dalam keadaan mabuk merasa dilecehkan, tapi ya memang gak ada keributan hal tersebut. Ada teman saya yang di room mungkin lebih tahu," kata Jakaria.
Jakaria menegaskan bahwa berita yang beredar terlalu melebih-lebihkan keadaan dan mempertanyakan alasan laporan sampai ke Polda.
"Berita yang beredar terlalu melebih-lebihkan gak ada hal seperti itu. Semua juga sudah kenal, 'Kenapa sampai gitu apalagi sampai ke Polda lapor?'. Apalagi saya yang jaga mau menyelesaikan baik-baik jangan sampai ada hal-hal di luar sana jadi huru-hara, tapi dari pihak mereka yang cewek itu gak mau," tegas Jakaria.
Server lain bernama Revi juga memberikan kesaksian saat berjaga malam itu. Ia melihat semua orang menikmati malam dengan joget, nyanyi, dan bersulang bersama.
"Mereka enjoy joget bareng, nyanyi bareng, cheers bareng, aku pikir mereka enjoy bareng. Posisi lagi ramai aku keluar dulu buat handle room yang lain, pas aku balik masuk ada yang nangis cewek. Gak lama seperti itu aku panggil server lain yang memang PIC kak A (teman Betrand Peto). Dia (ANW) nangis terus, ada temennya yang gak terima temannya nangis," terang Revi.
Revi juga menyatakan tidak melihat adanya kekerasan dari Betrand Peto, bahkan saat melihat perempuan menangis, Betrand mendekati dan bertanya dengan perhatian.
"Kekerasan Kak BP gak ada, pas aku lihat si cewek nangis justru dia (Betrand) nyamperin, 'Kakak kenapa nangis?'" ujar Revi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow