KPK Tangkap Empat Orang Bersama Bupati Sukoharjo dalam OTT
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan empat orang lainnya di samping Bupati Sukoharjo Etik Suryani lewat operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah, pada Jumat (10/7/2026). Lembaga antirasuah tersebut kini mempunyai durasi 1x24 jam guna menetapkan status hukum dari para pihak yang terjaring dalam operasi senyap tersebut, sebagaimana ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). "Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah lima orang, salah satunya Bupati Sukoharjo," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat.
Pihak lembaga penegak hukum tersebut merencanakan pemindahan para terperiksa dari Jawa Tengah menuju ibu kota pada Jumat pagi untuk proses interogasi mendalam.
Berdasarkan catatan rekam jejak penindakan, rangkaian OTT sepanjang tahun 2026 ini diawali pada tanggal 9-10 Januari dengan mencokok delapan orang terkait kasus dugaan suap pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara. Penindakan korupsi berlanjut pada bulan yang sama dengan penangkapan Wali Kota Madiun Maidi pada OTT kedua serta Bupati Pati Sudewo untuk OTT ketiga.
Memasuki Februari 2026, KPK melakukan OTT keempat dengan menangkap Kepala KPP Madya Banjarmasin, disusul penangkapan mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu Rizal yang tengah menjabat Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat pada OTT kelima. Aksi penegakan hukum kemudian menyasar sektor peradilan melalui OTT keenam yang menjaring Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta beserta Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan.
Pada masa Ramadhan di Maret 2026, lembaga penegak hukum ini berturut-turut meringkus Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam tiga operasi terpisah. Selanjutnya, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo ditangkap dalam OTT ke-10 pada April 2026, sementara bulan Mei 2026 tercatat nihil penangkapan. Rangkaian penindakan kembali intensif pada Juni 2026 yang diawali dengan menyerahkan dirinya Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim, dilanjutkan penangkapan Bupati Muara Enim Edison untuk OTT ke-12, penangkapan ASN Badan Pemeriksa Keuangan RI pada OTT ke-13, hingga menyerahkan dirinya Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby pada OTT ke-14.
Sebelum operasi di Solo Raya ini berlangsung, KPK terlebih dahulu menangkap Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim dalam OTT ke-15 pada Juli 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow