KPK Tangkap Rektor Unsoed Terkait Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof Dr Ir Akhmad Sodiq dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). Penangkapan ini diduga terkait penerimaan suap seleksi masuk mahasiswa baru Fakultas Kedokteran.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, penyidik KPK turut menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah dari lokasi operasi. Selain rektor, dua pejabat kampus lain juga ditangkap, yakni Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ir Norman Arie Prayogo dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof Dr Kuat Puji Prayitno.
Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi keterlibatan para pimpinan perguruan tinggi negeri tersebut dalam dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan proses penerimaan mahasiswa. Kasus dugaan suap di lingkungan Unsoed ini mereplikasi skandal serupa yang pernah menyeret jajaran pimpinan Universitas Lampung (Unila) pada 2022.
Dalam perkara Unila, mantan Rektor Prof Dr Karomani mematok tarif Rp 100 juta hingga Rp 350 juta per calon mahasiswa untuk meluluskan peserta Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila). Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Tanjungkarang kemudian menjatuhkan vonis 10 tahun penjara, denda Rp 400 juta subsider empat bulan kurungan, serta uang pengganti Rp 8,075 miliar kepada Karomani. Kasus tersebut juga memenjarakan Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heriyandi dan Ketua Senat Unila Muhammad Basri dengan hukuman masing-masing 4 tahun 6 bulan penjara.
Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Eduart Wolok menyampaikan rasa prihatin mendalam atas berulangnya praktik rasuah di lingkungan akademis.
"Prihatin dan menyesalkan terjadinya kasus ini begitu, karena sejatinya semenjak dari 2022 kan kami sudah saling terus mengingatkan, sejak kasus Unila terjadi gitu ya, mencuat, kita sudah saling mengingatkan betapa pentingnya kita untuk menjaga marwah sistem penerimaan mahasiswa baru baru," ucap Eduart Wolok, Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
MRPTNI menegaskan bahwa komitmen menjaga integritas seleksi mahasiswa baru sebenarnya terus diupayakan melalui jalur Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), baik jalur prestasi maupun tes.
"Dan itu sudah kita jalankan dengan penuh tanggung jawab gitu ya, terutama dari SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru), baik SNBP, SNBT, yang bisa kita katakan hampir tidak ada kecurangan sama sekali ya dari sistem penyelenggara," sambung Eduart Wolok.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow