Kunjungan Wisatawan Domestik ke Jeju Turun Akibat Rumor Keamanan

Smallest Font
Largest Font

Jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Pulau Jeju, Korea Selatan, mengalami penurunan sebesar 1,9 persen pada periode 1 hingga 29 Agustus 2026 dibandingkan tahun lalu akibat maraknya rumor kasus orang hilang dan kematian di media sosial, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Asosiasi Pariwisata Jeju mencatat penurunan semakin terasa signifikan pada rentang 24 hingga 29 Agustus 2026. Angka kunjungan merosot hingga 5,4 persen atau berkurang 11.472 orang dibandingkan periode 25 hingga 30 Agustus 2025.

Penurunan harian tercatat terus membesar dari 0,3 persen pada Senin, menjadi 4,5 persen pada Selasa, 5,3 persen pada Rabu, 4,9 persen pada Kamis, 7,6 persen pada Jumat, hingga mencapai puncak penurunan 10 persen pada Sabtu.

Kepanikan publik dipicu oleh penemuan empat jasad dalam kurun 22 hingga 24 Agustus 2026 di berbagai lokasi seperti Gujwa-eup, Jocheon-eup, Aewol-eup, dan Hallim-eup. Kasus bertambah setelah jasad seorang anggota militer ditemukan di pesisir Pelabuhan Haye, Seogwipo, pada 29 Agustus 2026.

Meskipun pihak kepolisian memastikan tidak ada unsur kriminal dalam rangkaian peristiwa tersebut, berbagai spekulasi tidak terverifikasi menyebar di platform daring hingga memunculkan narasi ancaman keamanan di Jeju.

Pelaku industri pariwisata mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari narasi tersebut terhadap pemesanan tiket liburan musim gugur.

"Kami memahami bahwa ada sejumlah pembatalan perjalanan ke Jeju setelah pemberitaan mengenai kasus-kasus tersebut muncul," kata seorang pelaku industri pariwisata.

Pihak industri terus memantau pergerakan pembatalan guna mengantisipasi penurunan jumlah pengunjung yang lebih besar.

"Belum ada pembatalan dalam skala besar, tetapi jika situasi ini terus berlanjut, musim wisata musim gugur bisa terdampak," dia menambahkan.

Pemerintah Provinsi Jeju mengimbau masyarakat untuk menghentikan penyebaran informasi palsu serta menghapus konten tidak benar yang beredar.

"Fakta yang akurat dan informasi yang diperlukan harus disampaikan dengan cepat. Kita harus merespons secara aktif agar informasi yang belum terverifikasi tidak semakin memperbesar kecemasan mengenai keamanan Jeju," kata Gubernur Jeju Wi Seong-gon.

Pemerintah Provinsi Jeju kini menyiapkan sistem respons khusus bersama kepolisian, pemadam kebakaran, dan kelompok masyarakat, serta berencana memperketat pemantauan keamanan berbasis kecerdasan buatan dan jaringan CCTV.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed