Kurs Dolar AS di BCA Tembus Rp17.685 pada 13 September 2026
Nilai tukar dolar AS di Bank Central Asia (BCA) pada hari ini, Minggu, 13 September 2026, tercatat mencapai Rp17.685 per USD untuk kurs jual e-Rate. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan kurs jual pekan sebelumnya.
Data resmi dari BCA mencatat kurs beli e-Rate dolar AS pada tanggal yang sama sebesar Rp17.595 per USD. Sementara itu, untuk transaksi melalui TT Counter, kurs beli dan jual dolar AS masing-masing tercatat di angka Rp17.470 dan Rp17.750 per USD. Posisi ini mengindikasikan adanya volatilitas pasar yang cukup wajar di tengah dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Pergerakan kurs dolar AS di BCA ini terjadi di tengah kondisi ekonomi global yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter The Fed. Kebijakan suku bunga acuan The Fed yang masih cenderung ketat menjadi faktor utama yang membuat nilai dolar tetap kuat dan berdampak pada nilai tukar rupiah.
Kurs e-Rate dan TT Counter Dolar AS
Kurs e-Rate di BCA untuk dolar AS adalah metode transaksi elektronik yang banyak digunakan nasabah perbankan. Pada 13 September 2026, kurs jual e-Rate tercatat Rp17.685 per USD, naik dari posisi Rp17.640 pada 7 September 2026, menunjukkan pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
Dibandingkan kurs TT Counter yang lebih tinggi, yaitu Rp17.750 untuk jual dan Rp17.470 untuk beli, perbedaan ini menandakan adanya biaya dan risiko tambahan dalam transaksi tunai atau transfer antar bank.
Kurs Mata Uang Asing Lain di BCA
Selain dolar AS, BCA juga mencatat kurs e-Rate untuk beberapa mata uang asing utama sebagai berikut:
- Euro (EUR): beli Rp20.436,59, jual Rp20.582,31
- Dolar Singapura (SGD): beli Rp13.891,52, jual Rp13.990,42
- Poundsterling (GBP): beli Rp23.806,03, jual Rp23.974,10
- Yen Jepang (JPY): beli Rp114,28, jual Rp115,13
Kurs jual TT Counter untuk EUR dan SGD masing-masing Rp20.666,33 dan Rp14.051,61.
Konteks dan Faktor Pengaruh
Pergerakan kurs dolar AS di BCA hari ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, terutama kebijakan moneter The Fed yang masih mempertahankan suku bunga tinggi untuk mengendalikan inflasi di Amerika Serikat. Kebijakan ini menyebabkan dolar AS tetap kuat di pasar global dan menekan nilai tukar rupiah.
Selain itu, sentimen pasar terhadap data ekonomi Indonesia juga berperan, di mana saat ini investor menunggu rilis data neraca perdagangan dan inflasi yang akan diumumkan pekan ini. Kondisi geopolitik global juga menjadi faktor eksternal yang memengaruhi fluktuasi nilai tukar.
Pengaruh dan Tips dari Bank BCA
Menurut sumber resmi BCA, nasabah disarankan untuk memantau pergerakan kurs secara berkala dan memahami perbedaan antara kurs e-Rate dan TT Counter sebelum melakukan transaksi valas. Bank juga menyediakan layanan cek kurs valas terbaru melalui aplikasi mobile banking BCA untuk kemudahan nasabah.
"Nasabah diharapkan memahami perbedaan kurs e-Rate dan TT Counter agar dapat menentukan waktu terbaik untuk melakukan transaksi valas," ujar perwakilan BCA.
Bank BCA, yang berdiri sejak 21 Februari 1957 dan beralamat di Menara BCA, Grand Indonesia Jakarta, tetap menjadi salah satu acuan utama bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam melihat perkembangan nilai tukar valas, khususnya dolar AS.
Tabel Perbandingan Kurs Dolar AS di BCA
| Tanggal | Kurs Jual e-Rate (Rp) | Kurs Beli e-Rate (Rp) | Kurs Jual TT Counter (Rp) | Kurs Beli TT Counter (Rp) |
|---|---|---|---|---|
| 13 September 2026 | 17.685 | 17.595 | 17.750 | 17.470 |
| 8 September 2026 | 17.685 | 17.595 | 17.750 | 17.470 |
| 7 September 2026 | – | – | – | 17.640 |
"Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow