BNI Tetapkan Kurs Dolar AS Rp17.695 Hari Ini 10 September 2026
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menetapkan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (10/9/2026) pagi dengan nilai jual bank notes mencapai Rp17.695 per USD. Penetapan angka transaksi valuta asing di perbankan ini berlangsung seiring dengan dinamika pergerakan mata uang garuda di pasar spot nasional.
Pada 10 September 2026 pukul 09.05 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot tercatat melemah tipis 0,01 persen ke level Rp17.512 per USD. Di saat yang sama, indeks dolar AS mengalami penurunan sebesar 0,05 persen ke posisi 99,771.
Berdasarkan pembaruan data resmi perbankan pada Kamis pagi, BNI memberlakukan beberapa tipe kurs untuk transaksi mata uang AS yang disesuaikan dengan kanal layanan nasabah.
Kurs Special Rate BNI
Untuk tipe transaksi special rate yang diperuntukkan bagi nasabah dengan nominal transaksi tertentu melalui pembaruan berkala, BNI menetapkan kurs beli sebesar Rp17.507 per USD dan kurs jual senilai Rp17.537 per USD.
Kurs TT Counter dan Bank Notes BNI
Sementara itu, pada kanal Telegraphic Transfer (TT) Counter, BNI mematok kurs beli pada level Rp17.360 per USD dan kurs jual pada Rp17.660 per USD. Adapun untuk layanan uang kertas atau bank notes, BNI menetapkan harga beli senilai Rp17.395 per USD dan harga jual tertinggi sebesar Rp17.695 per USD.
Perbandingan Pergerakan Kurs Perbankan Nasional
Masyarakat sering kali mempertanyakan situasi pasar seperti "berapa harga kurs dollar sekarang" di beberapa perbankan besar tanah air sebagai bahan komparasi transaksi valuta asing.
Selain BNI, sejumlah bank nasional juga memperbarui patokan nilai tukar dolar AS pada hari yang sama:
- BCA: Menetapkan E-rate beli Rp17.515 dan jual Rp17.535. Sementara TT counter serta bank notes berada pada posisi beli Rp17.360 dan jual Rp17.640.
- Bank Mandiri: Memberlakukan special rate beli Rp17.490 dan jual Rp17.520. Nilai TT counter dan bank notes ditetapkan beli Rp17.300 serta jual Rp17.600.
- BRI: Mematok nilai tukar pada posisi beli Rp17.543 per USD dan jual Rp17.569 per USD.
| Bank | Jenis Kurs | Harga Beli (IDR) | Harga Jual (IDR) |
|---|---|---|---|
| BNI | Special Rate | 17.507 | 17.537 |
| BNI | TT Counter | 17.360 | 17.660 |
| BNI | Bank Notes | 17.395 | 17.695 |
| BCA | E-Rate | 17.515 | 17.535 |
| Bank Mandiri | Special Rate | 17.490 | 17.520 |
| BRI | Kurs Acuan | 17.543 | 17.569 |
Tren dan Faktor Pengaruh Pergerakan Mata Uang
Pergerakan nilai tukar pada pekan ini menunjukkan adanya penyesuaian jika dibandingkan dengan kondisi dua hari sebelumnya. Pada Selasa (8/9/2026), mata uang rupiah sempat dibuka melemah 0,02 persen ke posisi Rp17.629 per USD dengan indeks dolar AS berada di tingkat 98,84.
Sejumlah isu ekonomi regional dan internasional menjadi pemicu utama fluktuasi nilai tukar. Publik kerap menanyakan "mengapa rupiah melemah terhadap dollar" dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Berdasarkan data pasar perbankan, faktor pelemahan mata uang rupiah antara lain dipengaruhi oleh peningkatan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Di sisi lain, faktor domestik seperti aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau turut memberikan dampak terhadap sektor operasional penerbangan dan sentimen pasar secara umum.
Informasi nilai tukar mata uang asing dapat berfluktuasi sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar finansial. Hubungi kantor cabang perbankan terdekat atau pantau kanal resmi bank untuk transaksi terkini.
Penetapan harga kurs di seluruh outlet BNI dan perbankan BUMN lainnya dipastikan akan terus menyesuaikan perkembangan indikator ekonomi makro serta dinamika pasar uang global sepanjang hari perdagangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow