Kushner Temui Netanyahu dan Hamas Bahas Peta Jalan Perdamaian Gaza
Utusan khusus Amerika Serikat Jared Kushner menggelar serangkaian pertemuan dengan pimpinan Hamas di Mesir pada Minggu (16/8/2026) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Israel pada Senin (17/8/2026) guna mendesak pelaksanaan peta jalan perdamaian di Jalur Gaza. Pertemuan diplomasi tersebut memfokuskan pembahasan pada mekanisme pelaksanaan fase kedua dari rencana 15 poin usulan Presiden AS Donald Trump di bawah naungan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Delegasi Hamas yang dipimpin oleh Ketua Biro Politik Khalil Al Hayya menyatakan komitmennya terhadap kerangka kesepakatan yang telah disetujui bersama Koordinator Eksekutif BoP Nikolay Mladenov di El-Alamein, Mesir.
"Hamas menuntut agar pemerintah AS menekan pemerintahan Netanyahu untuk mematuhi dan melaksanakan kesepakatan peta jalan (roadmap). Hamas sedang menunggu tanggapan pemerintah AS terkait sikap Israel terhadap kesepakatan tersebut," kata Khalil Al Hayya, Pemimpin Hamas.
Hamas menegaskan bahwa substansi perjanjian yang mengatur penarikan pasukan Israel dan penghentian serangan tidak akan dibuka kembali untuk negosiasi ulang. Namun, pihak Israel melalui PM Benjamin Netanyahu secara terbuka menolak ketentuan pelucutan senjata bertahap dan penyerahan kendali Gaza kepada pasukan internasional. Dalam dialog terpisah usai melangsungkan pertemuan tertutup dengan Netanyahu di Israel, Kushner menegaskan posisi Amerika Serikat terkait syarat rekonstruksi wilayah Gaza.
"Bagi Israel, kami menilai ini sebagai situasi yang saling menguntungkan, karena jika Hamas benar-benar menyerahkan senjata dan terowongan mereka secara sukarela dalam kurun waktu 60 hingga 90 hari ke depan, hal itu jelas akan melenyapkan ancaman keamanan yang sangat besar bagi Israel, sebuah pencapaian yang hampir tak terbayangkan," ujar Jared Kushner, Utusan Khusus Amerika Serikat. Kushner menekankan bahwa proses pembangunan kembali fasilitas publik dan rumah warga di Gaza baru dapat dimulai apabila proses demiliterisasi telah diselesaikan sepenuhnya oleh faksi-faksi di Palestina.
"Jika mereka tidak menepati komitmen mereka sekarang, maka semua pihak akan melihat bahwa mereka tidak sungguh-sungguh menginginkan perdamaian, dan dengan demikian, Israel akan mendapatkan dukungan yang jauh lebih besar dari AS dan pihak lainnya untuk menuntaskan tugasnya dengan cara yang tepat," ucap Jared Kushner, Utusan Khusus Amerika Serikat. Pemerintah AS menyatakan komitmennya untuk tetap menjaga hak perlindungan diri bagi pihak Israel selama dinamika keamanan di kawasan tersebut berlangsung. "Kami memiliki rencana untuk membangun kembali Gaza, tetapi kami tidak akan membiarkan Gaza dibangun kembali sampai demiliterisasi dilakukan," kata Jared Kushner, Utusan Khusus Amerika Serikat.
Washington menyoroti pentingnya alokasi dana bantuan rekonstruksi agar tidak kembali dikuasai oleh kelompok bersenjata di wilayah pertikaian.
"Tidak ada yang ingin menanamkan lebih banyak uang ke tempat yang sudah berlangsung begitu lama jika pada akhirnya tempat itu hanya akan diambil alih teroris atau dihancurkan lagi," ujar Jared Kushner, Utusan Khusus Amerika Serikat. Kushner juga menegaskan batas-batas tindakan militer yang tetap diizinkan bagi pihak Israel di tengah masa transisi diplomasi. "Kami juga tidak akan membatasi hak Israel untuk membela diri jika ada ancaman yang akan segera terjadi," kata Jared Kushner, Utusan Khusus Amerika Serikat.
Laporan media mencatat sedikitnya 1.265 orang di Gaza tewas sejak status gencatan senjata diberlakukan tahun lalu, sementara proses kesepakatan politik antara para pihak masih terus berjalan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow