Bank Imbau Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Digital
Aksi penipuan berbasis layanan perbankan digital terus bermunculan seiring meningkatnya penggunaan aplikasi finansial oleh masyarakat. Para nasabah dimintai kewaspadaan tinggi ketika menerima pesan maupun mengakses laman web yang mengatasnamakan bank nasional, dilansir dari Detik Finance.
Maraknya kejahatan siber ini menjadi perhatian serius dari jajaran perbankan. Skema kejahatan yang sering melanda nasabah umumnya berawal dari pesan penawaran transaksi di media sosial dan aplikasi percakapan.
Vice President Bank Mandiri Region II PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Hari Mulyana, menyampaikan imbauan agar publik makin selektif menanggapi tawaran transaksi lewat pesan WhatsApp maupun media sosial.
"Kita juga harus selektif memisahkan mana-mana transaksi-transaksi yang memang tidak memberikan dampak merugikan bagi kita semua. Tadi seperti disampaikan oleh moderator terkait dengan OTP, one-time password gitu ya. Jadi jangan pernah memberikan OTP ini ke orang lain," ungkapnya dalam acara Lampung Financial Festival, Minggu (6/9/2026).
Hari Mulyana turut menegaskan larangan membagikan kerahasiaan tiga digit angka CVV2 di kartu kredit. Penyebaran kode OTP serta CVV2 menyimpan risiko finansial yang sangat besar bagi pemegang rekening.
Pengguna aplikasi diminta segera mengambil tindakan responsif bilamana tak sengaja membocorkan data sensitif tersebut ke pihak lain. Nasabah Bank Mandiri dapat menggunakan fasilitas pengaduan darurat secara langsung dari ponsel.
"Kami di Livin itu punya akses seandainya ada sesuatu yang mencurigakan, ada call center-nya, ada Livin Call-nya yang memang bebas biaya, dan bisa langsung memblokir kartunya via Livin. Jadi kalau misalkan tidak berkesempatan lewat call center itu bisa langsung request untuk blokir kartunya di Livin," jelasnya.
Peringatan serupa disampaikan oleh Regional CEO PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Regional Office 03, Bagus Ardani Sutoyo. Pengguna diingatkan agar tidak sembarangan menekan tautan yang mengatasnamakan BNI di media sosial.
Verifikasi informasi secara aktif dapat dilakukan nasabah dengan menghubungi pusat panggilan resmi perbankan. Selain itu, BNI melengkapi pengamanan digital lewat fitur pemblokiran kartu pada aplikasi wondr by BNI.
"Teman-teman juga tolong jangan sembarangan di medsos buka link-link yang bukan link-link resmi, karena ini sangat berbahaya sekali. Jadi teman-teman tolong saya titip bijaksana dalam medsos, kemudian bukalah website-website resmi dan link-link yang resmi ada di perbankan, yang ada di masing-masing bank," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow