Mahasiswa KKN Gelar Sosialisasi Analisis SWOT untuk UMKM Kedungkeris

Smallest Font
Largest Font

Mahasiswa Jurusan Manajemen yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Cynthia Aulia, menyelenggarakan sosialisasi Analisis SWOT bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Balai Dusun Kedungkeris, Gunungkidul, pada Minggu, 19 Juli 2026.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali para pelaku usaha setempat—mulai dari pedagang kuliner, pemilik warung kelontong, hingga pengrajin—dengan metode sederhana untuk memetakan kondisi bisnis mereka secara mandiri sebelum menentukan langkah perbaikan yang terarah.

Dusun Kedungkeris memiliki potensi ekonomi yang beragam, mencakup olahan pangan lokal, kerajinan berbahan alam, jasa titip, serta warung kelontong. Meski menjadi penopang ekonomi keluarga, sebagian besar usaha tersebut masih dikelola secara tradisional tanpa adanya evaluasi atau pencatatan sistematis.

Sebagai persiapan, pendataan awal dilakukan melalui kunjungan dari rumah ke rumah untuk memetakan jenis usaha, kendala utama, serta harapan warga. Koordinasi juga dilakukan bersama perangkat dusun dan Karang Taruna guna mendukung kelancaran pelaksanaan acara.

"Banyak pelaku usaha di sini yang sudah berjualan bertahun-tahun, tapi belum pernah benar-benar berhenti sejenak untuk mengecek kondisi usahanya," ujar Cynthia Aulia, penanggung jawab program.

Materi sosialisasi memaparkan empat elemen SWOT, yakni kekuatan internal seperti lokasi strategis atau pelayanan ramah, serta kelemahan seperti pencampuran keuangan pribadi dan usaha atau kemasan tanpa identitas merek. Pada sesi ini, sebuah simulasi biaya perjalanan disajikan untuk menekankan pentingnya menghitung biaya tersembunyi dalam operasional usaha.

Adapun aspek peluang mencakup pemanfaatan media digital dan momentum festival budaya, sedangkan ancaman meliputi fluktuasi harga bahan baku serta persaingan dengan minimarket berjejaring. Acara dilanjutkan dengan pengisian lembar kerja SWOT secara mandiri oleh peserta dengan pendampingan tim KKN dan Karang Taruna.

Dalam sesi diskusi, para peserta mengajukan pertanyaan terkait pemisahan pembukuan keuangan, pendaftaran lokasi di Google Maps, hingga strategi pemasaran media sosial. Hambatan berupa istilah asing diatasi dengan penggunaan padanan bahasa Indonesia yang lebih umum.

Sebagai langkah tindak lanjut, tim KKN merencanakan pendampingan lanjutan melalui kunjungan berkala serta sosialisasi topik susulan, seperti pencatatan keuangan sederhana dan dasar-dasar pemasaran digital.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed