PGN Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Lewat Tiga Program CSR

Smallest Font
Largest Font

Upaya memperkuat kemandirian masyarakat desa terus diluncurkan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui pengembangan potensi ekonomi lokal. Subholding Gas Pertamina ini mengoptimalkan kapasitas warga, membuka peluang usaha, serta merancang ekosistem ekonomi yang dikelola mandiri, dilansir dari Detik Finance.

Langkah tersebut diwujudkan lewat serangkaian program Corporate Social Responsibility (CSR) yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah. Tiga inisiatif utamanya mencakup Balkondes Karangrejo di Magelang, Suadesa Festival untuk ruang UMKM, dan Program Pendekar Dewa di Muara Enim.

Masyarakat diposisikan sebagai pendorong utama guna mengubah potensi lokal menjadi aktivitas ekonomi produktif yang berkelanjutan.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa penguatan ekonomi desa merupakan pilar penting menciptakan pertumbuhan inklusif. Menurutnya, warga butuh peningkatan kapasitas serta akses sumber pendapatan, bukan sekadar bantuan.

"Untuk itu, PGN berupaya membangun ekosistem yang memungkinkan masyarakat mengenali potensinya, meningkatkan kapasitas, dan pada akhirnya mampu mengelola sumber daya yang dimiliki secara mandiri. Ketika ekonomi desa tumbuh, masyarakat semakin berdaya dan keberlanjutan program dapat terus berjalan melalui peran aktif masyarakat itu sendiri," ujar Fajriyah dalam keterangan resmi, ditulis Sabtu (5/9/2026).

Di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, PGN mengembangkan Balkondes Karangrejo sebagai wadah aktivitas ekonomi warga. Unit usaha yang dikelola meliputi homestay, kuliner, paket wisata, hingga produk kreatif berbasis kearifan lokal.

Kawasan tersebut disokong pasokan energi ramah lingkungan berupa sistem Compressed Natural Gas (CNG) cluster untuk 150 rumah tangga dan panel surya kawasan. Hasilnya, Balkondes PGN Karangrejo sukses mencetak omzet Rp3,6 miliar pada 2024.

Sebanyak 80 persen tenaga kerja berasal dari warga lokal yang dilatih mengelola restoran, penginapan, serta paket tur VW Safari hingga edukasi pertanian. Pendapatan usaha ini disalurkan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes) guna menunjang pembangunan daerah.

Model pemberdayaan lain diterapkan lewat Suadesa Festival sebagai sarana pembuka akses pasar bagi UMKM dan pelaku kreatif. Pada gelaran 22-23 Agustus 2026, ajang ini menyedot 2.792 pengunjung dengan perputaran uang mencapai Rp1,815 miliar. Festival ini juga mengolah 331,6 kilogram sampah untuk mendukung ekonomi sirkular.

"Suadesa digelar bukan sekadar festival, tetapi menjadi ruang bersama untuk mempertemukan potensi desa dengan masyarakat yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong agar produk lokal, UMKM, kreativitas masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dalam satu ekosistem yang saling mendukung," ungkap Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi.

Inovasi Sosial Pendekar Dewa dan Penghargaan

Sementara itu di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, PGN menjalankan program Pendekar Dewa. Inisiatif ini memperkuat rantai nilai komoditas karet, mengembangkan UMKM, serta membuka potensi wisata Danau Kemiri.

Program tersebut terbukti meningkatkan pendapatan petani karet peserta program menjadi Rp57,6 juta per tahun pada 2025, naik 33,3 persen. Sektor wisata Danau Kemiri turut mencatat 6.554 kunjungan dengan perolehan Rp92,48 juta pada periode yang sama.

Krisdyan menegaskan pentingnya pemetaan karakter wilayah agar bantuan pemberdayaan yang disalurkan tepat sasaran.

"Setiap desa memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Sehingga pendekatan pemberdayaan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat dan potensi lokal. PGN berupaya menjadi bagian dari proses tersebut agar masyarakat dapat memiliki fondasi ekonomi yang semakin kuat dan mandiri," kata Krisdyan.

Atas kontribusi tersebut, PGN meraih Anugerah Ekonomi Hijau 2026 dari detikcom pada Kamis, 3 September 2026, untuk kategori Inisiatif Mendukung Kemandirian Ekonomi Desa.

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami percaya bahwa keberlanjutan dapat tercipta ketika masyarakat memiliki kemampuan dan ekosistem untuk melanjutkan serta mengembangkan potensi mereka secara mandiri," tutup Krisdyan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed