Malaysia Siap Gugat Israel ke ICJ Terkait Kasus Global Sumud

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Malaysia melalui negara bagian Selangor bersiap menyeret Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ) setelah adanya dugaan penculikan serta penyiksaan terhadap aktivis kemanusiaan armada Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan internasional pada pekan lalu.

Kepala Menteri Negara Selangor menyatakan bahwa langkah hukum formal akan segera diambil oleh pihak Kuala Lumpur begitu seluruh tim pengacara merampungkan pengumpulan dokumen serta bukti pendukung yang diperlukan.

Pengumuman ini disampaikan di tengah acara penyambutan kembalinya para aktivis kemanusiaan GSF 2.0 yang berlangsung di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Selasa (26/5/2026), sebagaimana dilansir dari Malay Mail.

"Kami tidak akan tinggal diam, kami tidak akan berhenti," kata Amirudin Shari, Kepala Menteri Negara Selangor.

Proses hukum ini sengaja diinisiasi guna merespons tindakan brutal militer Israel yang menyasar para peserta delegasi kemanusiaan, khususnya yang berasal dari Malaysia. Berdasarkan laporan, tim hukum saat ini tengah menginventarisasi seluruh bentuk pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh pihak sekutu.

"Tim hukum mengumpulkan semua dokumentasi tentang pelanggaran hukum internasional... mereka (peserta armada) diculik lebih dari sekali, mereka disiksa," tambah Amirudin Shari.

Melalui langkah diplomasi dan hukum tersebut, Malaysia turut menyuarakan desakan pembebasan penuh bagi wilayah Gaza yang diblokade. Sembari menunggu berkas tuntutan selesai, Amirudin menegaskan bahwa gerakan advokasi ini juga akan disosialisasikan secara masif ke seluruh wilayah dalam negeri.

"Kami akan membawa ini ke pengadilan internasional, kami akan melanjutkan tekanan diplomatik, dan kami juga akan melakukan perjalanan ke seluruh Malaysia," tambah Amirudin Shari.

Kendati misi pelayaran armada kedua ini telah selesai, komitmen Selangor dan Malaysia terhadap isu Palestina dipastikan tidak berhenti. Pemerintah setempat bahkan merencanakan agenda penyelenggaraan konferensi internasional terkait kemerdekaan Palestina di Malaysia pada masa mendatang.

"Global Sumud Flotilla 3.0 akan melanjutkan perjuangan hingga blokade terhadap Gaza dicabut," tambah Amirudin Shari.

Insiden penyerangan oleh pasukan angkatan laut Israel itu menyasar lebih dari 400 aktivis kemanusiaan dari 40 negara yang hendak menerobos blokade laut guna mengirimkan bantuan ke Gaza. Selain delegasi Malaysia, armada lintas negara tersebut juga mengangkut sejumlah warga negara Indonesia (WNI).

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed