Manuel Akanji Sesali Kartu Merah Kontroversial di Piala Dunia 2026
Pemain belakang Tim nasional Swiss, Manuel Akanji, meyakini timnya memiliki peluang besar menjadi juara pada Piala Dunia 2026 apabila tidak dijatuhi kartu merah kontroversial saat menghadapi Argentina di laga perempat final. Kekalahan tersebut menghentikan langkah Swiss usai takluk 1-3 dalam pertandingan di Kansas City pada 11 Juli lalu, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Swiss sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Dan Ndoye pada menit ke-67 setelah sebelumnya tertinggal oleh gol Alexis Mac Allister. Namun, momentum Swiss rusak lima menit kemudian akibat insiden yang melibatkan Breel Embolo dan Leandro Paredes. Wasit yang awalnya memberikan kartu kuning kepada Paredes membatalkan keputusan tersebut usai meninjau tayangan ulang Video Assistant Referee (VAR).
Hasil peninjauan VAR menunjukkan Paredes tidak melakukan kontak fisik. Wasit kemudian menilai Embolo melakukan pelanggaran berpura-pura jatuh atau diving, sehingga memberinya kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Setelah Swiss bermain dengan 10 orang, Argentina menambah dua gol lewat Julian Alvarez dan Lautaro Martinez untuk mengunci kemenangan.
Beberapa hari setelah turnamen berakhir, IFAB mengonfirmasi adanya kesalahan prosedur penggunaan VAR oleh wasit. Protokol kesalahan identitas yang diterapkan saat itu sebenarnya tidak dapat digunakan untuk membatalkan kartu kuning Paredes maupun menganulir ganjaran kartu untuk Embolo.
"Ya, itu terasa berat karena kami tampil lebih baik dari Argentina dan sebenarnya bisa saja memenangi Piala Dunia," ujar Manuel Akanji, Bek Timnas Swiss.
Akanji menegaskan bahwa performa timnya sebelum keputusan wasit tersebut sangat meyakinkan dan mampu menekan lawan secara keseluruhan.
"Tanpa kartu merah yang diterima Embolo, saya rasa kami akan lolos. Kami bahkan sempat membungkam seisi stadion; lalu gol Julian mengakhiri segalanya, namun saya tetap bangga dengan tim Swiss saya," kata Manuel Akanji, Bek Timnas Swiss.
Usai gelaran turnamen, Akanji kembali ke klubnya, Inter Milan, dan bertemu dengan penyerang Argentina, Lautaro Martinez. Keduanya memilih tidak memperdebatkan insiden perempat final tersebut saat beraktivitas bersama di klub.
"Saya dan Lautaro tidak membicarakan hal itu; tidak ada gunanya, lagipula kami berdua sama-sama tidak senang dengan bagaimana Piala Dunia itu berakhir," jelas Manuel Akanji, Bek Timnas Swiss.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow