Marc Marquez Rebut Kemenangan Sprint Race MotoGP San Marino 2026
Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez merebut podium pertama pada sesi Sprint Race MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano, Sabtu (12/9/2026) malam WIB. Memulai balapan dari urutan kedua, pembalap asal Spanyol tersebut langsung mengambil alih pimpinan balapan dari Marco Bezzecchi sejak tikungan pertama.
Marquez mempertahankan posisi terdepan hingga menyentuh garis finis 12 lap kemudian dengan mengungguli Bezzecchi yang finis di urutan kedua. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh pembalap Aprilia Racing Jorge Martin yang memulainya dari posisi start kelima.
Persaingan sengit sempat terjadi di barisan depan ketika Bezzecchi memangkas jarak menjadi 0,7 detik dari Marquez pada lap kesembilan. Namun, Marquez kembali memacu kecepatan motor GP26 miliknya hingga melebarkan keunggulan menjadi lebih dari satu detik pada lap terakhir.
Pada sesi kualifikasi yang berlangsung sebelumnya di hari yang sama, Marco Bezzecchi mencatatkan waktu tercepat 1 menit 29,982 detik untuk mengamankan posisi start terdepan. Marquez menyusul di urutan kedua, disusul Fermin Aldeguer dan Fabio Di Giannantonio yang sempat mengalami insiden terjatuh menjelang akhir sesi.
Performa impresif Bezzecchi sepanjang sesi kualifikasi dan latihan sempat menjadi sorotan Jorge Martin. Pembalap asal Spanyol itu mengaku kesulitan menyamai ritme rekan setimnya akibat masalah keseimbangan motor saat menggunakan ban belakang kompon lunak.
"Saya benar-benar memacu motor hingga batas maksimal," ujar Jorge Martin usai sesi latihan MotoGP San Marino, dilansir dari Crash.
Martin menjelaskan bahwa perubahan tingkat daya cengkeram lintasan membuat pengaturan motor kurang optimal dengan gaya balapnya. Hal itu menyebabkan akumulasi penurunan waktu di setiap tikungan jika dibandingkan dengan data milik Bezzecchi.
"Saya sangat kesulitan menggunakan ban belakang kompon Soft. Sejujurnya, saya memang memperkirakan akan agak kesulitan dengan ban lunak itu," kata Martin.
Ia menambahkan bahwa selisih kecepatan pada ritme balap sebenarnya tidak terlalu jauh, namun kendala utama muncul saat harus melakukan time-attack.
"Karena di trek ini - dengan tingkat grip yang sangat tinggi, mirip seperti kondisi awal musim - keseimbangan motor jadi sangat berubah dan tidak lagi cocok dengan gaya balap saya," ujar Martin.
Martin juga menyebutkan perubahan tersebut berdampak langsung pada performanya sejak awal sesi latihan.
"Situasinya memang seperti itu, tapi saya tidak menyangka dampaknya akan sebesar itu, jadi saya langsung kesulitan sejak awal," kata Martin.
Meski demikian, Martin tetap optimistis dapat menemukan ruang perbaikan pada penyetelan motor untuk menghadapi balapan utama.
"Menurut saya, dari segi kecepatan, saya tidak tertinggal terlalu jauh. Mungkin selisihnya hanya dua persepuluh detik dari posisi teratas," ujar Martin.
Ia menegaskan perlunya menyatukan detail-detail kecil perbaikan agar bisa tampil lebih kompetitif.
"Namun, begitu kami harus masuk ke mode time-attack, saya sangat kesulitan," kata Martin.
Evaluasi data Bezzecchi menjadi salah satu langkah yang diambil timnya untuk memperbaiki performa di lintasan.
"Kami perlu memahami cara agar bisa lebih kompetitif untuk besok. Menurut saya, ada hal-hal kecil di sepanjang lintasan yang perlu kami benahi dan satukan; namun jika kami bisa tampil hebat di kualifikasi, saya rasa kami bisa bersaing di barisan depan," ujar Martin.
Martin menilai keunggulan Bezzecchi tersebar merata di seluruh sektor Sirkuit Misano.
"Sejujurnya, melihat datanya [Bezzecchi] itu sulit karena perbedaannya terletak pada hal-hal yang sangat kecil di setiap tikungan; bukan sesuatu yang besar hanya di satu atau dua tikungan saja," kata Martin.
Ia meyakini perbaikan teknis pada motor akan membuat persaingan menjadi lebih seimbang.
"Ini terjadi di sepanjang lintasan - sedikit demi sedikit - dan saya terus kehilangan waktu," ujar Martin.
Martin menegaskan targetnya untuk meraih hasil yang lebih baik dari seri sebelumnya.
"Menurut saya, jika kami berhasil melakukan peningkatan pada motor, situasinya biasanya akan menjadi cukup seimbang," kata Martin.
Pembalap Spanyol itu bertekad memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki.
"Jika saya harus finis di posisi kelima, ya saya akan melakukannya, tapi jelas itu bukan target saya," ujar Martin.
Ia merasa peluang untuk meraih posisi depan masih sangat terbuka.
"Saya ingin hasil yang lebih baik," kata Martin.
Martin optimis hari berikutnya akan membawa hasil yang lebih positif.
"Menurut saya, potensi saya untuk balapan ini jauh lebih tinggi daripada sekadar posisi kelima, jadi saya akan berusaha memaksimalkan segalanya dan besok, pastinya, akan menjadi hari yang lebih baik," ujar Martin.
Selain mencoba setelan motor, Martin sempat menguji sistem komunikasi pembalap baru yang dirancang MotoGP pada sesi awal latihan.
"Saya mencobanya pada run first," kata Martin.
Namun, kendala kenyamanan membuatnya memutuskan untuk melepas perangkat penyumbat telinga tersebut selama sesi berlangsung.
"tetapi ada kendala, jadi saya melepasnya," ujar Martin.
Ia mengapresiasi pengembangan sistem tersebut meski masih membutuhkan penyesuaian penggunaan.
"Menurut saya alat itu bagus, tapi karena ini pertama kalinya saya menggunakannya bersama helm dan perlengkapan lainnya - dan saya ingin benar-benar berkonsentrasi sementara saya merasakan sesuatu yang mengganggu - akhirnya saya melepasnya," kata Martin.
Sementara itu pada kelas Moto3, pembalap Liqui Moly Dynavolt Intact David Almansa meraih pole position kualifikasi dengan catatan waktu 1 menit 40,612 detik, disusul Brian Uriarte dan Joel Kelso. Pembalap Indonesia dari Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, mengamankan posisi start ke-16 dengan catatan waktu 1 menit 42,041 detik setelah lolos langsung ke Q2.
| Pos | Rider | Tim | Waktu/Gap |
|---|---|---|---|
| 1 | Marc Marquez | Ducati Lenovo (GP26) | 13 laps |
| 2 | Marco Bezzecchi | Aprilia Racing (RS-GP26) | +0.743s |
| 3 | Jorge Martin | Aprilia Racing (RS-GP26) | +1.794s |
| 4 | Fabio Di Giannantonio | Pertamina VR46 Ducati (GP26) | +2.634s |
| 5 | Alex Marquez | BK8 Gresini Ducati (GP26) | +2.985s |
| 6 | Pedro Acosta | Red Bull KTM (RC16) | +4.05s |
| 7 | Raul Fernandez | Trackhouse Aprilia (RS-GP26) | +4.744s |
| 8 | Fermin Aldeguer | BK8 Gresini Ducati (GP25) | +5.894s |
| 9 | Luca Marini | Honda HRC Castrol (RC213V) | +6.959s |
| 10 | Johann Zarco | Castrol Honda LCR (RC213V) | +8.963s |
| 11 | Diogo Moreira | Pro Honda LCR (RC213V) | +10.493s |
| 12 | Franco Morbidelli | Pertamina VR46 Ducati (GP25) | +10.686s |
| 13 | Francesco Bagnaia | Ducati Lenovo (GP26) | +17.763s |
| 14 | Brad Binder | Red Bull KTM (RC16) | +18.181s |
| 15 | Enea Bastianini | Red Bull KTM Tech3 (RC16) | +18.476s |
| 16 | Pol Espargaro | Red Bull KTM Tech3 (RC16) | +18.752s |
| 17 | Toprak Razgatlioglu | Pramac Yamaha (YZR-M1) | +20.698s |
| 18 | Jack Miller | Pramac Yamaha (YZR-M1) | +21.113s |
| 19 | Alex Rins | Monster Yamaha (YZR-M1) | +21.74s |
| 20 | Joan Mir | Honda HRC Castrol (RC213V) | +22.054s |
| 21 | Fabio Quartararo | Monster Yamaha (YZR-M1) | +24.419s |
Rangkaian balapan utama MotoGP dan Moto3 San Marino 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu (13/9/2026) di Sirkuit Misano.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow