Maudy Ayunda Sampaikan Permohonan Maaf Terkait Konten Mindfulness
Selebritas Maudy Ayunda menyampaikan permohonan maaf dan memberikan klarifikasi atas perdebatan publik terkait unggahan video bertajuk Mindfulness in the Age of Bad News yang membahas cara menghadapi kabar buruk. Tanggapan tersebut ia sampaikan melalui komentar yang disematkan pada video di kanal YouTube miliknya pada Minggu (13/9).
Kritik dari warganet muncul karena gagasan membatasi asupan berita atau diet berita dianggap kurang merefleksikan realitas masyarakat. Penonton yang tinggal di wilayah terdampak merasa situasi sulit tersebut tidak dapat diabaikan atau dihindari begitu saja.
Maudy Ayunda menyadari adanya sudut pandang mengenai privilese dalam mengambil jarak dari informasi media yang belum sempat ia kupas secara tuntas di dalam videonya.
"Hai teman-teman, Terima kasih untuk semua komentar dan perspektif yang disampaikan di sini. Aku sudah membaca banyak di antaranya, dan ada satu hal penting yang aku sadari belum cukup aku sampaikan di video ini," kata Maudy Ayunda.
Ia menuturkan bahwa kemampuan untuk membatasi diri dari pemberitaan merupakan sebuah bentuk keistimewaan yang tidak dimiliki oleh setiap orang.
"Being able to step away from the news is itself a privilege. Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya. Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya," kata Maudy Ayunda.
Video yang awalnya diunggah pada 21 Agustus 2026 tersebut dirancang Maudy Ayunda untuk membagikan pengalaman pribadi dalam mengelola paparan informasi. Pilihan mengatur kembali asupan pikiran dilakukan karena rentetan kabar buruk memicu gangguan pada kondisi mentalnya.
Pengaturan tersebut ia terapkan dengan cara menyaring sumber bacaan serta berdiskusi bersama pihak yang dinilai memahami topik terkait.
"Jadi aku enggak seharian mengekspos diri aku terhadap bad news ini karena ya sekali lagi, itu bisa bikin patah semangat itu bisa bener-bener bikin disfungsional," kata Maudy Ayunda.
Maudy Ayunda mengungkapkan kecenderungannya yang cukup emosional saat mencerna berbagai peristiwa.
"Apalagi kayak aku sebenernya lumayan orang yang emosional dan aku kepikiran dan aku overthinker jadi oke kalau kayak gitu mendingan kita split aja," kata Maudy Ayunda.
Langkah pembatasan paparan media tersebut memberinya ruang untuk memahami batasan emosional diri sendiri.
"Itu adalah beberapa hal yang membuat aku punya kesadaran diri lebih juga terhadap 'kenapa sih aku merasa sekewelahan ini?', sengerasa selemah ini mentalnya di antara semua kabar buruk yang ada di luar sana," kata Maudy Ayunda.
Melalui klarifikasi tersebut, Maudy Ayunda menegaskan bahwa pendekatan mindfulness bukan bertujuan membentuk sikap acuh terhadap kondisi sosial di sekitar.
"Aku sama sekali tidak ingin mindfulness menjadi alasan untuk tidak peduli atau menjauh dari realita yang ada. Apalagi ajakan untuk berdiam diri, ataupun melihat seolah keadaan baik-baik saja," kata Maudy Ayunda.
Menurutnya, penerapan kepedulian penuh justru membantu seseorang untuk menyadari hubungan sebab-akibat secara lebih jernih.
"Malah, mindfulness ini membuat aku bisa melihat sebab akibat secara jelas, membantu kita tetap peduli dan hadir, dan tetap peka terhadap terhadap apa yang dirasakan mereka yang terdampak," kata Maudy Ayunda.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh penonton yang telah memberikan masukan untuk memperluas sudut pandangnya.
"Terima kasih untuk teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk mengingatkanku dan menambahkan perspektif menjadi lebih luas dan lebih dalam. Aku dengar dan aku hargai feedbacknya. I'm listening and learning," kata Maudy Ayunda.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow