Maybank Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham BBCA dengan Target Rp 8.800

Smallest Font
Largest Font

Maybank Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga sebesar Rp 8.800 per saham berdasarkan riset yang dipublikasikan pada 18 Juni 2026. Proyeksi ini didasarkan pada konsistensi pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan.

Target harga baru tersebut mengacu pada valuasi 3,5 kali price-to-book value (P/BV) untuk proyeksi tahun fiskal 2026. Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, bank only mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 25,7 triliun, yang menandai pertumbuhan sebesar 2,1 persen secara tahunan.

"Kami mempertahankan buy untuk BBCA dan target harga Rp 8.800, didukung oleh pertumbuhan laba yang konsisten," tulis Jeffrosenberg dalam riset tersebut.

Peningkatan keuntungan korporasi ditopang oleh pendapatan non-bunga yang melonjak 10,1 persen menjadi Rp 13 triliun, meskipun pendapatan bunga bersih atau net interest income sedikit melemah 0,5 persen menjadi Rp 33 triliun. Laba operasional sebelum pencadangan tercatat tumbuh 2,0 persen menjadi Rp 32,6 triliun karena efisiensi biaya, disertai penurunan beban pencadangan sebesar 13,6 persen yang menjaga cost of credit pada level 0,3 persen.

Analis mengingatkan terdapat beberapa faktor risiko yang dapat memicu penurunan kinerja operasional di masa mendatang.

"Namun, Jeffrosenberg juga mengingatkan sejumlah risiko penurunan, termasuk potensi pelemahan kualitas aset kredit konsumen serta kenaikan biaya operasional yang lebih tinggi dari perkiraan," tulis Jeffrosenberg dalam risetnya.

Penyaluran kredit emiten berkode BBCA ini mencapai Rp 969 triliun pada lima bulan pertama tahun 2026 atau tumbuh 4,9 persen secara tahunan, yang dinilai mencerminkan strategi kehati-hatian perseroan dalam menjaga kualitas aset. Pertumbuhan dana pihak ketiga yang naik 8,8 persen menjadi Rp 1.257 triliun memberikan fleksibilitas ekspansi pinjaman karena rasio dana murah tetap tinggi sebesar 85,1 persen dan loan-to-deposit ratio terjaga rendah di level 77,1 persen.

Kondisi margin bunga bersih atau net interest margin BCA pada lima bulan pertama 2026 berada di level 5,6 persen, menunjukkan pemulihan secara bulanan menjadi 5,7 persen pada Mei dari sebelumnya 5,5 persen pada April. Sementara itu, return on equity tercatat sebesar 21,6 persen dan return on assets berada pada angka 3,7 persen.

"BCA masih berada pada posisi yang sangat kuat untuk mempertahankan ketahanan laba sekaligus memiliki ruang ekspansi neraca," tulis Jeffrosenberg.

Hingga akhir tahun 2026, laba bersih bank diperkirakan dapat menyentuh angka Rp 59,9 triliun. Proyeksi perolehan laba bersih perusahaan untuk tahun buku 2027 diperkirakan kembali meningkat hingga mencapai Rp 66,53 triliun.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed