MBS Minta AS Serang Houthi Trump Menolak dan Pilih Fokus Iran

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak permintaan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman untuk melancarkan serangan militer langsung terhadap kelompok Houthi di Yaman, meskipun eskalasi serangan militer memanas di kawasan tersebut pada Kamis (10/9/2026).

Penolakan tersebut disampaikan setelah Pangeran Mohammed bin Salman menelepon Trump sebanyak dua kali. Laporan media Axios yang mengutip pejabat Amerika Serikat menyebutkan bahwa Washington lebih memilih fokus pada penanganan Iran dan pengamanan Selat Hormuz ketimbang membuka front militer baru di Yaman.

Sebagai langkah koordinasi, Komandan Komando Pusat Amerika Serikat Laksamana Brad Cooper telah bertolak ke Arab Saudi. Pemerintah Amerika Serikat memilih untuk meningkatkan dukungan non-militer langsung kepada Riyadh sembari terus berupaya menghindari keterlibatan pertempuran secara langsung.

Di sisi lain, ketegangan militer meningkat tajam setelah Houthi meluncurkan serangan rudal dan drone yang menghantam empat kota di wilayah selatan Arab Saudi. Serangan ini merusak fasilitas energi penting milik Saudi Aramco di Abha, Jizan, dan Najran, serta menyasar Pangkalan Udara Raja Khalid di Khamis Mushait hingga melukai sedikitnya 73 orang.

Eskalasi pertempuran juga menguji Perjanjian Pertahanan Gabungan Makkah yang dibentuk Arab Saudi bersama Turki dan Pakistan pada 7 Agustus 2026. Kendati pakta tersebut memuat klausul pertahanan kolektif, para sekutu hingga kini belum memberikan bantuan militer praktis selain menyampaikan kecaman diplomatik.

Pengamat Politik dan Ekonomi Universitas RUDN Farhad Ibragimov menilai bahwa ketidakhadiran aksi militer langsung dari Turki dan Pakistan berisiko menurunkan kredibilitas aliansi tersebut di mata internasional.

"Namun, formula pertahanan kolektif yang terdengar mengesankan tidak secara otomatis menyiratkan mekanisme militer yang berfungsi," kata Farhad Ibragimov, Pengamat Politik dan Ekonomi Universitas RUDN.

Ia menyoroti bahwa Ankara dan Islamabad berupaya menjaga hubungan diplomatik dengan Teheran guna mencegah pembentukan blok militer anti-Iran secara terbuka.

"Jika tanggapan praktis terbatas pada retorika tentang serangan pengecut, keuntungan reputasi yang diperoleh dari pertemuan puncak Agustus akan menguap dengan cepat," kata Farhad Ibragimov, Pengamat Politik dan Ekonomi Universitas RUDN.

Dampak dari ancaman keandalan pasokan energi dan serangan pada rute pelayaran vital telah memicu gejolak ekonomi, di mana harga minyak mentah Brent merangkak naik mendekati angka US$99 per barel.

"Bagi para penandatangan Perjanjian Mekkah, serangan itu tidak berfungsi sebagai pemicu untuk secara otomatis memasuki perang, melainkan ujian atas kemampuan mereka untuk merancang tindakan terpadu," kata Farhad Ibragimov, Pengamat Politik dan Ekonomi Universitas RUDN.

Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah H. Amodi menyatakan pada Jumat (11/9/2026) bahwa serangan Houthi berpotensi meluas karena adanya kerja sama dengan kelompok Al Shabaab di Somalia yang mencakup pelatihan militer dan pertukaran dukungan.

"Perkembangan yang terjadi di Timur Tengah tentu serangan yang dilakukan oleh kelompok milisi terorisme Houthi yang menargetkan sejumlah kota-kota yang ada di Arab Saudi," kata Faisal Abdullah H. Amodi, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia.

Faisal menegaskan bahwa stabilitas Yaman merupakan prioritas utama Kerajaan karena berdampak langsung pada keamanan global.

"Kita ingin menegaskan Kerajaan Arab Saudi sangat memberikan perhatian tentang stabilitas dan keamanan Republik Yaman dan negara kawasan," kata Faisal Abdullah H. Amodi, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia.

Ia menolak tindakan kelompok milisi yang dianggap lebih mementingkan agenda kelompok dibandingkan dengan keselamatan masyarakat lokal.

"Dan tentunya perhatian ini akan sangat berdampak stabilitas dan keamanan global," kata Faisal Abdullah H. Amodi, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia.

Pihak kedutaan menyebutkan berbagai bantuan telah dikucurkan untuk mendukung masyarakat Yaman secara konsisten.

"Dan kita telah memberikan berbagai macam inisiatif untuk keselamatan dan stabilitas Republik Yaman," kata Faisal Abdullah H. Amodi, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia.

Arab Saudi menyayangkan tindakan destruktif yang terus dilakukan oleh milisi bersenjata di wilayah tersebut.

"Dan disayangkan sekali kelompok Houthi ini mementingkan kepentingan individu mereka dibandingkan kepentingan masyarakat," kata Faisal Abdullah H. Amodi, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia.

Kerja sama lintas kawasan antara Houthi dan Al Shabaab dinilai memperbesar skala ancaman terhadap rute pelayaran internasional.

"Dan sekali lagi bahwa aliansi ini berdampak pada stabilitas regional, tentunya berdampak sangat terasa kepada komunitas internasional," kata Faisal Abdullah H. Amodi, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia.

Ia membandingkan Visi Arab Saudi yang fokus pada pembangunan dengan agenda kelompok radikal di kawasan.

"Kita di Arab Saudi memiliki visi keberlangsungan hidup, namun disayangkan ada kelompok kekuatan regional yang menginginkan, bukan kesinambungan itu, tapi kesinambungan kematian yang tentu berdampak pada stabilitas keamanan dan regional itu sendiri," kata Faisal Abdullah H. Amodi, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia.

Pola pertukaran kapasitas militer antara kedua kelompok milisi tersebut menjadi sorotan utama intelijen kawasan.

"Aliansi yang dilakukan kelompok milisi Houthi dan Al Qaeda, Al Shabaab ini menginginkan pengalaman-pengalaman, yang di mana kelompok Houthi memberikan pelatihan terhadap Al Shabaab. Kelompok Houthi mendapatkan, meminta, mengharapkan dukungan dari kelompok Al Shabaab ini," kata Faisal Abdullah H. Amodi, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia.

Pemerintah Saudi mendesak keterlibatan aktif negara-negara dunia untuk membendung ekspansi konflik maritim.

"Tentu kita menyerukan kepada komunitas internasional dan tentu saya yakin bahwa komunitas internasional tidak menginginkan adanya upaya-upaya kelompok tertentu di kawasan tersebut," kata Faisal Abdullah H. Amodi, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia.

Pelanggaran terhadap konvensi navigasi internasional disebut terus terjadi meski telah ada kesepakatan perlindungan selat-selat strategis.

"Dan kita ketahui bahwa ada konferensi internasional yang telah disepakati oleh komunitas internasional untuk pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan perairan Timur Tengah dan di selat-selat lainnya," kata Faisal Abdullah H. Amodi, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia.

Atas dasar serangan berulang tersebut, Arab Saudi menegaskan posisi hukumnya untuk mengambil tindakan pertahanan diri.

"Kita di Arab Saudi tentu menolak tindakan tersebut dan kita memiliki hak sah dan legitimasi untuk menjaga dan mempertahankan teritorial kita, baik dari serangan Houthi ataupun kelompok lainnya, sesuai hukum internasional dan konvensi PBB," kata Faisal Abdullah H. Amodi, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia.

Komitmen bantuan kemanusiaan tetap dijalankan Riyadh melalui penyaluran dana King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre yang telah mendekati angka $30 miliar.

"Dari awal kita, Arab Saudi menyatakan pemerintah Arab Saudi sangat jelas menjaga stabilitas dan keamanan serta teritorial masyarakat Yaman," kata Faisal Abdullah H. Amodi, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia.

Riyadh memastikan seluruh langkah pertahanan nasional akan disesuaikan dengan koridor hukum internasional yang berlaku.

"Berkaitan serangan yang dilakukan kelompok Houthi, pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan hak sah untuk mempertahankan teritorial dan kedaulatannya," kata Faisal Abdullah H. Amodi, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed