Memeriksa Ponsel Saat Bangun Bisa Picu Stres dan Ganggu Jantung
Banyak orang langsung membuka ponsel setelah bangun tidur, padahal kebiasaan ini bisa menyebabkan stres yang berdampak negatif pada jantung. Menurut Dr Sanjeev VK, konsultan kardiologi di Gleneagles Hospital, Chennai, masalah utama bukan pada ponsel itu sendiri, melainkan respons tubuh di pagi hari.
Ketika bangun, tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi secara perlahan, dengan peningkatan kadar kortisol, detak jantung, dan tekanan darah secara bertahap. Inilah alasan banyak kejadian serangan jantung dan stroke sering terjadi antara pukul 6 hingga 10 pagi.
Namun, stres langsung saat membuka ponsel, seperti menerima email pekerjaan atau notifikasi mendesak, memicu lonjakan adrenalin yang menyebabkan detak jantung meningkat dan pembuluh darah menyempit. Dr Sanjeev menyatakan, "Itu mendorong sistem saraf ke mode 'lawan atau lari'."
Notifikasi pekerjaan khususnya menimbulkan tekanan karena tubuh merasakan urgensi yang tinggi sejak bangun tidur. Jika dibiarkan menjadi kebiasaan, hal ini mencegah tubuh mendapatkan awal hari yang tenang dan dapat menimbulkan stres kronis.
Stres yang berlangsung lama berkontribusi pada masalah kesehatan jantung seperti hipertensi, gangguan tidur, resistensi insulin, dan disfungsi endotel.
Selain itu, kebiasaan membuka media sosial hingga larut malam dan langsung diakses kembali pagi hari dapat mengganggu kualitas tidur. Kurang tidur menjadi faktor risiko utama serangan jantung dan gangguan metabolisme.
Dr Sanjeev juga mengamati peningkatan kasus kecemasan, jantung berdebar, dan tekanan darah tinggi pada orang dewasa muda akibat kurang tidur dan stres digital sejak pagi hari.
Untuk mengurangi risiko tersebut, disarankan memberi jeda waktu sekitar 15-20 menit setelah bangun sebelum menggunakan ponsel. Minum air terlebih dahulu dan menunda melihat berita atau pesan pekerjaan bisa membantu tubuh beradaptasi dengan lebih baik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow