Paparan Cahaya saat Tidur Terang Pengaruhi Struktur Jantung

Smallest Font
Largest Font

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa tidur di kamar dengan pencahayaan lebih dari 3 lux dapat berdampak pada kesehatan jantung dengan menyebabkan perubahan struktur otot jantung. Studi ini menganalisis data dari lebih 11.000 orang tanpa penyakit kardiovaskular, dilansir dari Detik Health.

Para peserta menggunakan sensor cahaya di pergelangan tangan selama tujuh hari untuk mengukur paparan cahaya malam hari. Sekitar tiga tahun kemudian, mereka menjalani pemeriksaan MRI untuk mengevaluasi fungsi dan struktur jantung.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan cahaya lebih dari 3 lux saat tidur berhubungan dengan penebalan dinding ventrikel kiri jantung, yang menyebabkan ruang di dalam bilik jantung menjadi lebih sempit dan penurunan kemampuan otot jantung untuk mengembang saat berdetak.

"Polusi cahaya telah muncul sebagai faktor risiko baru penyakit kardiovaskular," kata Dr Lu Qi, profesor dan direktur Tulane University Obesity Research Center di New Orleans.

Dr Lu Qi menambahkan, "Paparan cahaya pada malam hari juga mungkin memengaruhi faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya, seperti stres, tekanan darah, dan detak jantung." Para peneliti menyarankan kondisi kamar tidur sangat gelap dengan pencahayaan maksimal sekitar 1 lux untuk kualitas tidur yang optimal.

Dr Andrew Freeman, direktur cardiovascular prevention and wellness di National Jewish Health, yang tidak terlibat dalam penelitian, menjelaskan, "Kita tidak ingin otot jantung menebal. Kita tidak ingin otot jantung menjadi kaku. Kita tidak ingin jantung menjadi terlalu besar." Menurutnya, perubahan ini bisa terjadi akibat paparan cahaya berlebihan yang dapat menurunkan kualitas tidur.

Peneliti juga menemukan bahwa 24-49 persen dampak paparan cahaya pada jantung dapat dijelaskan oleh durasi tidur yang lebih pendek, kurang dari lima atau enam jam, yang turut berkontribusi terhadap perubahan jantung.

Karl Lawrence, dosen di Institute of Pharmaceutical Science, King's College London, menilai penelitian ini memiliki keterbatasan, seperti pengukuran paparan cahaya yang hanya dilakukan selama satu minggu dan penggunaan sensor di pergelangan tangan yang belum tentu mencerminkan cahaya yang diterima mata secara akurat. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan hubungan sebab-akibat antara paparan cahaya saat tidur dan perubahan struktur jantung.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed