Menkeu Minta LPEI Turunkan Bunga Pembiayaan Sektor Tekstil
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memberikan pembiayaan berbunga murah bagi industri yang terdampak globalisasi, seperti tekstil, sepatu, dan baja. Arahan ini disampaikan Menkeu bertepatan dengan ulang tahun LPEI ke-17 pada Minggu (13/9/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Sebagai policy bank, LPEI bertugas melengkapi ekosistem pembiayaan ekspor guna mengisi kesenjangan pasar yang belum terjangkau lembaga keuangan komersial. Langkah transformasi institusi diarahkan pada penguatan tata kelola serta peningkatan kapasitas pembiayaan demi menunjang daya saing eksportir nasional.
"Sebagai lembaga pembiayaan ekspor, coba bicara dengan industri, tekstil, furniture dan lain lain, dan coba tawarkan bunga pembiayaan yang murah. Bila masih ketinggian juga, nanti saya lihat, apakah KPI pendapatan bunga LPEI perlu diturunkan, tidak perlu tinggi tapi efektif menjawab harapan pelaku usaha. Kan saya yang menentukan parameter kinerjanya," ujar Purbaya dalam keterangan tertulisnya.
Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Padmosukarso menegaskan bahwa arahan Menkeu memperkuat fokus institusi agar tidak hanya mengejar nilai pembiayaan semata, tetapi juga mengedepankan dampak sosial bagi perekonomian nasional.
"Nilai yang kami bawa tidak berhenti pada pembiayaan, tetapi dirumuskan melalui Beyond Financing, Developmental Impact, dan Sustainability," kata Sukatmo.
Dukungan LPEI selama ini mencakup berbagai proyek strategis luar negeri di Malaysia, Amerika Serikat, Timor Leste, hingga Arab Saudi. Selain itu, penembusan pasar nontradisional direalisasikan melalui ekspor pesawat PT Dirgantara Indonesia ke Nepal, Senegal, dan Filipina.
"Di tengah meningkatnya ketidakpastian perdagangan akibat dinamika geopolitik dan ekonomi global, LPEI juga siap mendukung sektor lain yang membutuhkan intervensi kebijakan sesuai mandat countercyclical lembaga," pasar Sukatmo.
Sukatmo menjelaskan bahwa penataan kelembagaan bertujuan agar manfaat LPEI semakin dirasakan oleh ekosistem ekspor, khususnya pelaku usaha yang belum terlayani mekanisme pasar komersial.
"Dengan semangat Berkarya, Bermakna, kami ingin memastikan setiap dukungan LPEI memberikan manfaat nyata bagi eksportir dan perekonomian Indonesia," terangnya.
Hingga Juni 2026, fasilitas pembiayaan LPEI mencatatkan dampak sosial dan ekonomi sebesar 3,49 kali dari setiap rupiah yang disalurkan sebagai perwujudan peran agent of development. Lembaga ini juga memberikan apresiasi kepada eksportir inovatif melalui penganugerahan Indonesia Eximbank Export Champion Award.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow