Menkeu Purbaya Reorganisasi Pegawai Pajak dan Bea Cukai untuk Tingkatkan Penerimaan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan merombak penempatan pegawai di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai untuk meningkatkan penerimaan negara, dilansir dari Detik Finance.
Perombakan ini mencakup pejabat eselon II, III, dan IV yang dipindahkan sesuai kinerja, dengan pegawai berprestasi ditempatkan di kantor pajak besar dan pegawai berkinerja kurang baik dipindahkan ke daerah.
Purbaya mengatakan, "Kan masyarakat sudah tahu sering bocor sana-sini. Misalnya saya periksa lah kira-kira pejabat mana yang sering mengerjakan hal-hal yang negatif, saya reorganize. Hampir semua orang pajak, eselon II, eselon III, eselon IV saya kocok ulang, saya pindahin yang kurang baik ke daerah, yang baik ke pusat-pusat yang pengumpulan pajaknya besar, kantor-kantor pajak besar."
Ia juga memetakan pejabat yang diduga melakukan pelanggaran dan membuat daftar lima pegawai yang paling dicurigai untuk ditindaklanjuti, termasuk merumahkan beberapa di antaranya.
"Untuk beberapa kasus, misalnya saya lihat curiga, hal tertentu ya, mereka masih main, untuk pajak tertentu saya ranking 5 orang terbesar siapa yang dianggap main-main, terus mungkin 3 orang saya rumahkan. Itu memberi pesan ke pegawai pajak bahwa kita serius memperbaiki kualitas pengumpulan pajak," ujar Purbaya.
Langkah serupa diterapkan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan reorganisasi struktur dan membuka akses bagi aparat penegak hukum seperti KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan untuk memproses oknum yang terindikasi melanggar hukum.
"Di Bea Cukai juga sama, saya organize semua, yang kemarin dianggap mencurigakan sudah ditangkap KPK kan? Itu kan sebelumnya nggak bisa. Mungkin 10 atau 15 tahun terakhir orang pajak dan Bea Cukai itu aman karena polisi, kejaksaan, KPK juga nggak bisa masuk. Sekarang saya bebaskan, bukan saya bebaskan, saya bilang kalau ada kesalahan masuk saja, nanti diproses sesuai dengan faktanya secara balance, secara fair," jelas Purbaya.
Melalui penutupan kebocoran anggaran, reorganisasi pejabat, dan tindakan tegas terhadap pegawai nakal, Purbaya menyatakan kinerja penerimaan pajak dan bea cukai membaik signifikan.
"Tax collection kita sampai dengan akhir Juli tahun ini tumbuhnya hampir 30% dibanding tahun lalu. Tahun lalu itu tumbuhnya negatif. Jadi penerimaan kita kuat, nggak lemah.
Ruang fiskal juga masih terbuka lebar, cukup kuat. Memang penerimaan kita di atas perkiraan semula dan itu terjadi tanpa kenaikan tax rate, nggak ada saya naikkan tarif pajaknya, nggak ada pajak baru. Saya cukup perbaiki saja kinerja orang-orang pajak kita," kata Menkeu Purbaya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow