Menteri Keuangan Respons Kejatuhan IHSG Akibat Persepsi Negatif Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dipengaruhi kuat oleh sentimen negatif terhadap perekonomian domestik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Sabtu (6/6/2026).
Kondisi ini berbanding terbalik dengan fundamental ekonomi Indonesia yang tumbuh baik serta didukung aktivitas APBN yang dinilai tetap positif.
"Jadi, kendala utama adalah persepsi negatif terhadap ekonomi kita, yang nggak terlalu benar karena APBN kita bagus, ekonominya tumbuh cukup bagus. Sampai sekarang kalau kita ke mana-mana semuanya economic activity meningkat," ungkap Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Purbaya menilai kepanikan timbul karena pelaku pasar mengira kondisi ekonomi nasional akan memburuk, sehingga menekan kepercayaan investor institusi maupun ritel di pasar modal.
"Ketika persepsi dibilang kita mau hancur, segala macam, sebagian orang terpengaruh," jelasnya.
Pemerintah berencana meredam sentimen buruk tersebut melalui langkah strategis terintegrasi guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh posisi Rp18.036 per dolar Amerika Serikat.
"Itu (persepsi negatif) yang akan kita hilangkan dengan kerjasama yang lebih erat dengan bank sentral. Sebelumnya juga sudah erat, cuma kita lebih eratin lagi," pungkasnya.
Berdasarkan data operasional mingguan Bursa Efek Indonesia yang dihimpun pada Jumat (5/6/2026), IHSG terperosok hingga 8,69 persen dalam sepekan menuju level 5.594,76 dan menguras kapitalisasi pasar sebesar 8,59 persen menjadi Rp9.807 triliun.
"Frekuensi transaksi harian pekan ini, yaitu sebesar 14,11 persen menjadi 2,41 juta kali transaksi dari 2,11 juta kali transaksi pada pekan lalu," kata Kautsar dalam keterangannya, dikutip Sabtu (6/6).
Aktivitas perdagangan di lantai bursa juga mencatatkan pergeseran nilai transaksi harian sebesar 5,71 persen menjadi Rp26,97 triliun.
"Rata-rata volume transaksi harian BEI dengan peningkatan sebesar 8,66% menjadi 33,63 miliar lembar saham dari 30,95 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya," lanjutnya.
Phintraco Sekuritas melalui analisnya memproyeksikan indeks domestik berpotensi terus tertekan hingga menguji level psikologis baru akibat minimnya sentimen penopang di pasar.
“Di tengah minimnya katalis positif dan di bawah tekanan sentimen negatif, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 5.500 pada pekan depan,” imbuh analis Phintraco.
Tekanan jual masif ini terekam lewat aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp3,73 triliun dalam sehari, serta menggenapkan total net sell asing sepanjang tahun 2026 menjadi Rp61,36 triliun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow