Menperin Tegaskan Industri Otomotif Indonesia Tumbuh Kuat di 2026

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Indonesia optimistis industri otomotif nasional menunjukkan pertumbuhan kuat pada tahun 2026, didukung oleh peningkatan produksi dan penjualan kendaraan sepanjang semester pertama serta momentum Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang pada 30 Juli.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil secara wholesales mencapai 436.564 unit atau naik 15,9 persen secara tahunan, sementara penjualan ritel sebesar 433.848 unit, meningkat 10,5 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan target produksi nasional hingga 850 ribu unit pada akhir tahun masih realistis dengan tren yang ada.

"Indonesia sedang dalam proses berpindah dari yang awalnya basis pasar menjadi basis produksi," ujar Agus saat pembukaan GIIAS 2026.

Agus menilai potensi pertumbuhan pasar otomotif Indonesia masih besar karena rasio kepemilikan mobil yang relatif rendah, hanya sekitar 19 unit per 1.000 penduduk, jauh di bawah Thailand dan Malaysia yang masing-masing mencapai 275 dan 490 unit per 1.000 penduduk.

"Jumlah itu hampir sepertiga dari seluruh pasar domestik kita pada hari ini," tambah Agus.

Dalam hal teknologi, pemerintah tidak memosisikan satu teknologi otomotif sebagai lawan teknologi lain, melainkan semua teknologi seperti kendaraan listrik berbasis baterai, hibrida, mesin pembakaran internal yang lebih efisien, serta pemanfaatan biodiesel dan bioetanol memiliki tujuan bersama menurunkan emisi dan memperkuat ketahanan energi nasional.

"Transisi yang tidak disertai pendalaman industri hanya akan memindahkan ketergantungan kita dari satu bentuk impor kepada bentuk impor yang lain. Itu bukan transformasi," kata Agus.

Agus juga menagih percepatan realisasi investasi kendaraan bermotor rendah emisi yang masih baru mencapai Rp5,5 triliun dari total komitmen Rp21,2 triliun, dengan harapan investasi ini memperkuat industri dan menjadikan Indonesia basis produksi serta ekspor kendaraan rendah emisi di kawasan.

"Kami semua masih menunggu komitmen Rp21,2 triliun tersebut bisa terwujud," ujar Agus.

Penjualan kendaraan listrik menunjukkan lonjakan signifikan, mencapai 117 ribu unit pada semester pertama 2026, naik 69,4 persen secara tahunan. Satu dari empat mobil penumpang yang dibeli masyarakat saat ini sudah kendaraan elektrifikasi.

Menurut Agus, pencapaian ini memperlihatkan transformasi kendaraan rendah emisi berlangsung lebih cepat dari perkiraan.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara memperkirakan penjualan mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) akan terus meningkat dengan penjualan wholesales mencapai 2.601 unit atau naik 416,1 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Wakil Ketua Bidang Pengembangan dan Penelitian Periklindo Prabowo Kartoleksono mencatat penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) juga naik tajam, menjadi 57.087 unit atau tumbuh 80 persen secara tahunan, didorong oleh teknologi lebih canggih dan harga yang kompetitif.

"Bahkan kadang bisa lebih murah dibanding kendaraan bensin sekelasnya," kata Prabowo.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed